Sabtu, 4 April 2026
Palu  

Rapid Test Berbasis RT Mendesak Dilakukan

Marcelinus. Foto: dok

PALU EKSPRES, PALU – Wakil Ketua DPRD Palu, Moh Rizal meminta pemerintah meningkatkan razia masker perorangan utamanya di kompleks pasar. Sebab kata Rizal, permasalahan Covid-19 di Kota Palu sudah sangat memprihatikan dengan terus naiknya kasus terkonfirmasi positif.

“Masalah Covid 19 di kota Palu ini memang sangat memprihatinkan. Salahsatu masalahnya adalah kesadaran masyarakat untuk taat terhadap protokol kesehatan (Prokes),”kata Rizal, Minggu 3 Januari 2021. Dia berhemat, kesadaran masyarakat terhadap Prokes pencegahan penyebaran Covid-19 masih sangat rendah. Pemandangan demikian hampir terlihat di tempat-tempat keramaian.

“Coba lihat saja di tempat-tempat keramaian pasar dan seterusnya. Jarang yang menggunakan masker,”ujarnya. Oleh sebab itu, pemerintah tegas Rizal harus mengeluarkan peraturan untuk melaksanakan secara ketat penerapan disiplin standar Prokes pencegahan Covid-19. “Kalau perlu melakukan sweeping bagi masyarakat yang tidak menggunakan masker dan tempat-tempat usaha yang tidak menggunakan atau menyiapkan cuci tangan juga bisa diberikan sanksi,”tegasnya.

Rizal Dg Sewang. Foto: Istimewa

Rizal mencontohkan, hal ini cukup berhasil dijalankan di Kota Balikpapan. Kasus Covid-19 di daerah itu bisa ditekan dengan disiplin Prokes masyarakat. “Mereka disiplin melaksanakan standar Prokes. Sehingga bisa menekan dan memproteksi karena ada upaya preventif,”jelasnya.

Penerapan Prokes menurutnya masih bisa berkembang. Khususnya bagi pelaku perjalanan. Itu yg harus dideteksi lebih dulu. Kita terlalu fokus di perbatasan tapi tidak ada program yang dilakukan di dalam kota dan untuk pelaku usaha dan sebagainya,”tandas Rizal. Sementara itu, Marcelinus, mengatakan, pemerintah harus transparan terhadap data jumlah kasus Covid 19 sekaligus menginformasikan pasien yang terkonfirmasi

“Harusnya data yang jelas diungkapkan. Karena bisa jadi besok diumumkan perhari 500 orang yang positif. Tapi kita tidak tau siapa saja orangnya,”Kata Marcelinus. Legislator Perindo ini mengaku secepatnya akan menemui dinas kesehatan setempat untuk mencari informasi tersebut. “Hari Rabu saya coba ke dinas kesehatan melihat data. Mana yang positif dan isolasi mandiri. Saya siap turun sidak. Jangan bikin resah masyarakat,”tegasnya.

Mutmainah Korona. Foto: Istimewa

Sementara itu, Mutmainah Korona mengaku, kesadaran masyarakat memang masih rendah untuk disiplin menerapkan Prokes. “Karena regulasi diri oleh setiap warga kota Palu belum disiplin. Maka yang harus dilakukan adalah proteksi dulu terhadap kelompok rentan yang lebih berefek besar atas sebaran pendemi covid 19,”katanya. Menurutnya, Pemerintah harusnya memiliki program untuk melakukan rapid test asessmen berbasis RT. Untuk mengetahui dan mengecek keberadaan warga dalam kategori resiko tinggi terpapar sebaran Covid-19.

“Mengecek dimana saja orang-orang beresiko tinggi ini tinggal, RT berapa, rumah mana, berapa anggota keluarga. Kasih tanda mereka bahwa ini lokasi adalah berada dalam pengawasan khusus Pemkot,”hematnya.
Sehingga kedeoan program yang dijalankan bisa lebih berbasis data dari hasil mapping tersebut. “Ada FKM Untad yang bisa diajak menjadi mitra strategis untuk melakukan ini. Mereka sudah punya sistem pendataan yang baik, dan mereka mau menjadi relawan asal di gunakan tools mereka. Ini tidak bisa hanya jadi urusan pemerintah, tapi libatkan banyak pihak,”demikian Mutmainah. (mdi/palu ekspres)