Sabtu, 8 Agustus 2026
Palu  

Dinkes Palu Belum Dapat Petunjuk Teknis Vaksinasi Covid-19

TIBA – Vaksin sinovac tiba di Palu – Sulteng, 5 Januari 2021. Foto: Humas

PALU EKSPRES, PALU- Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Palu dr Husaema mengaku belum mendapat informasi lebih lanjut terkait proses vaksinasi yang akan dilaksanakan di Kota Palu. Menurut dia, jumlah vaksin yang terdistribusi untuk Sulawesi Tengah (Sulteng) sebanyak 11 ribu lebih dosis. Untuk tahap pertama vaksin ini rencananya akan diberikan kepada tenaga kesehatan.

Husaema mengaku pihaknya belum mengetahui berapa banyak vaksin yang akan diberikan ke Kota Palu. Namun kemungkinan besar kata dia, jumlah 11.000 dosis ini akan dibagi ke 13 kabupaten kota.

“Tapi saya belum mendapat informasi soal ini,” kata Husaema, Selasa 5 Desember 2021.
Husaema menyebut, jika melihat jumlah vaksin yaitu sebanyak 11.000 dosisi, maka boleh jadi tidak semua tenaga kesehatan yang bisa divaksin. Sebab jumlah tenaga kesehatan yang menjadi target untuk Sulteng sebanyak 22.116 orang.

“Kami di Palu sementara menginventarisir jumlah tenaga kesehatan. Sambil menunggu informasi lanjut,” pungkasnya.

Untuk diketahui, jatah vaksin Covid-19 buatan Sinovac, China untuk Sulteng telah tiba di Kota Palu, Selasa 5 Januari 2021. Jumlahnya sebanyak 11.000 dosis.

Vaksin tiba di Bandara Mutiara Sis Aljufri pukul 06.00WITA menggunakan pesawat batik air. Selanjutnya dengan pengawalan ketat aparat kepolisian, vaksin kemudian diangkut menuju kantor Dinkes Sulteng Jalan Kartini. Kepada wartawan, Kepala Dinkes Sulteng, dr I Komang Adi Sujendra pun menyebut penyaluran vaksin ke kabupaten kota di Sulteng masih menunggu instruksi dari pemerintah pusat.

“Rencananya akan dikirim ke kabupaten. Tapi belum hari ini atau besok, kita masih menunggu instruksi lebih lanjut,”jelasnya. Menurutnya, vaksin untuk Sulteng akan didistribusikan 3 tahap. Distribusi tahap ke 2 dilakukan setelah vaksin tahap 1 selesai.

Dia mengatakan, penerima vaksin tahap pertama adalah tenaga kesehatan sebanyak 22.116 orang. Sedangkan bagi masyarakat umum, ditarget 70 persen dari jumlah total penduduk.  “Jadi tenaga kesehatan dulu. Lalu pekerja pelayanan publik, kemudian para lansia, kelompok resiko rentan, dan masyarakat umum,”pungkasnya. (mdi/palu ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital