oleh

Jangan Gunakan Agama untuk Menipu dan Membodohi Masyarakat

-Opini-1.988 views

(Catatan Pendek Awal Tahun di Akhir Pekan)

Oleh Mochtar Marhum***

RADIKALISME, terorisme, penipuan berkedok agama dan separatisme adalah musuh bersama (Common Enemy).

Kebanyakan mereka yang berlindung di balik organisasi kelompok yang disebutkan dan badan usaha yang berafiliasi agama dan sering memamfaatkan agama atau ideologi tertentu untuk mencapai tujuan politik dan bisnis mereka.

Anti Organisasi Teroris, Anti Ormas Radikal dan Anti badan usaha bisnis yang berkedok agama tapi telah dinyatakan terlibat penipuan ini, TIDAK SAMA dengan Anti Islam. Karena Islam adalah agama yang damai, sempurna dan diyakini sebagai agama yang paling benar menurut kepercayaan pemeluk Islam.

Sedangkan organisasi teroris, Ormas Radikal dan badan usaha bisnis yang terindikasi pernah melakukan penipuan, mereka itu bukan AGAMA, tapi hanyalah organisasi atau usaha bisnis swasta yang kini telah terlarang karena berbahaya dan merugikan masyarakat.

Sering kali diduga agama hanya digunakan sebagai topeng atau kedok untuk menutupi perbuatan bathil dan untuk membodohi umat,  dan sering dilakukan  oleh kelompok jahil, barbar dan korup yang tidak bertanggung jawab dan berbahaya.

Ibnu Rushyd pernah berkata, “Jika kamu ingin menguasai orang bodoh, maka bungkuslah sesuatu yang bathil dengan kemasan agama”.

Hampir sama dengan apa yang pernah dikatan Buni Yani dalam Cuitannya di Twitter yang pernah mengatakan, “Masyarakat masih banyak yang bodoh-bodoh dan mudah ditipu dengan menggunakan kemasan agama.

Berita mengejutkan belum lama ini membuat masyarakat seperti tidak percaya. Telah dilaporkan oleh sejumlah media cetak maupun media elektronik bahwa telah terjadi penyalahgunaaan kotak amal yang dititip di sejumlah mini market. Misalnya, bulan ini Kompas TV dan Metro TV melaporkan bahwa diduga sejumlah ribuan kotak amal telah disalahkangunakan, bahkan diduga kuat dananya mengalir ke organisasi terorisme.

Indonesia juga sempat diguncang dengan berita kasus penipuan yang dilakukan beberapa biro umrah ini dengan tidak memberangkatkan jemaah ke tanah suci. Padahal, biaya umroh telah dilunasi. Alhasil banyak jemaah mengalami kerugian yang sangat tinggi. Kerugian masyarakat tidak tanggung-tanggung mencapai lebih dari triliunan rupiah itu baru dua kasus yaitu, kasus Travel Umroh oleh First Travel dan Abo Tours (Merdeka, 30 Maret 2018). 

Dan, ada beberapa lagi kasus penipuan properti berkedok syariah yang terjadi di beberapa wilayah yang sempat jadi trending topik di sejumlah media dua tahun lalu.

Polri membongkar kasus-kasus dugaan penipuan penjualan rumah berkedok properti syariah. Di Surabaya awal Januari lalu, penipuan tersebut diduga dilakukan oleh PT Cahaya Mentari Pratama dengan meraup uang Rp 3 miliar dari 32 orang korbannya (Detik,14 /02/2020).

Terkait dengan kasus radikalisme dan terorisme, kelompok radikal dan teroris sering  membajak agama untuk melakukan manuver politik identitas yang busuk.

Mereka pada umumnya Anti Pancasila, Anti Keberagaman (Bhineka Tunggal Ika) dan Anti UUD serta anti hukum pemerintah yang berlaku di masyarakat. Bahkan, ironisnya pemerintah yang sah (Ulil Amri) dicap sebagai Thogut yaitu, dianggap sebagai pemerintah yang kafir.

Ketua PBNU bidang Hukum, HAM dan Perundang-undangan, KH. Robikin Emhas menyebut generasi muda saat ini harus dijauhkan dari pandangan-pandangan yang bertentangan dengan agama. Menurutnya, ada juga pihak-pihak yang menyebut Indonesia belum syariah, padahal sejatinya undang-undang yang ada pada saat ini sudah memuat prinsip hukum syariah.

Dalam Islam jika ada kelompok atau individu yang perilakunya berlebihan melawan pemerintah yang sah (Ulil Amri) dibenarkan untuk dilawan atau bahkan diperangi.

Sifat mereka sangat intoleran dan selalu merasa paling benar.

Mereka suka mengkofar-kafirkan orang yang berbeda pendapat atau pandangan atau bukan termasuk kelompok mereka. Dan juga yang jelas mereka anti demokrasi dan HAM.

Mereka adalah kelompok garis keras (Hardliner) yang susah diajak berdialog dan tidak mau menerima pendapat orang lain.

Tujuan mereka sama yaitu ingin mengambil alih pemerintahan yang sah dan ingin merubah bentuk negara.

Selamat Hari Jumat Mubarok, Happy Friday dan selamat menikmati akhir pekan di awal tahun baru. ***

***Kolumnis Freelance dan Akademisi UNTAD, pemerhati isu-isu Sosial-Humaniora

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed