Jumat, 17 April 2026
Daerah  

Ratusan Pasien Dirawat di Halaman RSUD Mamuju

DIRAWAT - Seorang anak dirawat di tenda di halaman parkir RSUD Mamuju, Minggu 17 Januari 2020. Foto: KIA/PE

PALU EKSPRES, MAMUJU – Ratusan pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sulbar di Tammauni Pue Bullung, Mamuju, terpaksa menjalani rawat inap di halaman rumah sakit. Aneka tenda berbagai ukuran didirikan untuk menampung pasien yang umumnya penderita penyakit tulang.

Selain di halaman parkir rumah sakit, para pasien tampak berjejer di teras rumah sakit terbesar di Sulbar tersebut. Halimah (46) pasien yang menempati tenda biru di halaman parkir mengatakan, sudah tiga hari mereka bertahan di tenda seadanya. Namun, ia memilih bertahan di tenda daripada di dalam ruang perawatan yang kondisi dindingnya retak-retak dan ubinnya berserakan di setiap lantainya.

Walau dalam kondisi yang tidak menguntungkan, Halimah mengaku sakit punggung itu tetap bersyukur. Selain selamat dari gempa, ia tetap mendapatkan pelayanan kesehatan secara baik dari tim dokter rumah sakit. ”Alhamdulilah selamat dan sekarang tetap dirawat oleh dokter,” katanya.

Saat terjadi gempa, Halimah yang sedang terbaring di ruang perawatan langsung berdiri menyelamatkan diri. Seolah tak peduli dengan sakit yang dirasakannya, seketika ia berdiri menuju pintu keluar. Dibantu keluarganya, ia baru bisa berada di titik evakuasi di halaman rumah sakit sekitar dua menit.

Hal yang sama disampaikan Najimudin (52), yang mengaku bersyukur bisa menyelamatkan diri saat plafon nyaris mengenai tubuhnya. Ditemani anaknya, Najamudin akhirnya bisa berkumpul dengan pasien lain di halaman rumah sakit tanpa menemui kendala berarti.

dr firdaus yang bertugas RSUD Mamuju mengatakan, banyak pasiennya yang terkena reruntuhan bangunan saat gempa 15 Januari 2020 lalu. Kondisi bangunan saat ini tak semua bisa ditempati. Walau demikian masih ada beberapa ruang gedung yang bisa digunakan untuk tindakan medis. Pasien masih banyak yang takut dirawat dalam ruangan. ”Masih ada gempa susulan ini juga membuat pasien masih ketakutan,” katanya menambahkan.

Kendala lainnya adalah kondisi Kota Mamuju yang sering hujan membuat pasien yang menempati tenda cukup kesulitan. Air merembes ke dalam tenda membuat aktivitas kenyamanan pasien maupun pelayanan mesin menjadi terganggu.

Apa lagi di zaman Covid, pasien yang masuk harus dilakukan dengan penanganan yang spesifik. Kebetulan RSUD Mamuju adalah salah satu rumah sakit rujukan Covid-19 di Sulawesi Barat. Setiap pasien yang masuk harus menjalani screening (penyaringan) dengan melakukan tes swab. Sebelumnya, pasien yang terkonfirmasi Covid-19 dipusatkan di lantai tiga. Saat ini semua pasien Covid dialihkan di ruang belakang rumah sakit.

Pemantauan Palu Ekspres di RSUD Mamuju, sejumlah ruangan berserakan material sisa gempa. Walau demikian tidak menyurutkan semangat dokter dan tim medis menangani pasien. Dalam kondisi hujan seperti yang terlihat pada Minggu 17 Januari kemarin, tim medis tampak berselieran di lapangan mengunjungi tenda pasien yang memenuhi halaman parkir. (kia/palu ekspres)