PALU EKSPRES, PARIMO– Sebanyak 58 relawan asal Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) yang terlibat dalam misi kemanusiaan kurang lebih dua pekan di lokasi bencana gempabumi Majene, Sulawesi Barat (Sulbar), dilakukan rapid test antibodi.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong, Rabu (27/1/2020). Kepala pelaksana (Kalak) BPBD Parimo, Abdul Azis Tombolotutu mengatakan, kegiatan rapid test ini dilaksanakan sebagai upaya pencegahan penyebaran Virus Corona di Parimo.
“Apalagi, Provinsi Sulawesi Barat masuk zona merah penyebaran Covid-19. Sementara, zona merah itu menurut Kementerian kesehatan adalah zona yang tingkat penularanya sangat cepat,” ujar Abdul Azis usai menjalani rapid test di kantornya, Rabu (27/1/2021).
Ia mengatakan, setelah relawan melaksanakan misi kemanusiaan di Majene, dan kemudian kembali ke Parigi Moutong tentunya semua relawan perlu dilakukan rapid test anti bodi sebelum beraktifitas di tempat tugasnya masing-masing.
Dari 58 relawan asal Parimo yang menjalankan misi kemanusiaan di Majene, Sulbar katanya, baru 45 orang yang menjalani rapid test antibodi hari ini. Mereka berasal dari beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemkab Parimo.
“Jadi hari ini baru 45 oreng relawan yang menjalani rapid test antibodi. Kemudian, dari 45 orang itu satu diantaranya reaktif,” ungkapnya.
Lanjut dia mengatakan, satu orang relawan yang reaktif saat menjalani rapid test antibodi tersebut, merupakan salah satu personil dari Tagana Dinas Sosial Parimo. Saat ini yang bersangkutan akan menjalani isolasi mandiri selama 14 hari.
“Hari ini baru relawan dari beberapa perangkat daerah saja yang mengikuti rapid tes antibodi.
Sisanya, dilanjutkan besok untuk teman-teman relawan dari Dinas Perhubungan. Karena, mereka hari ini masih menjalankan tugas dilapangan,” ujarnya. (asw/palu ekspres)
Kembali dari Sulbar, Puluhan Relawan Asal Parimo Jalani Rapid Test






