Sabtu, 8 Agustus 2026

LSM Penerima Duit AS Kini Sariawan soal Freeport

JAKARTA, PE – Mantan komisioner Komisi Hak Asasi Manusia Ahmad Baso memertanyakan sikap kaum muda yang terkesan tidak bersuara menyikapi ancaman dari PT Freeport Indonesia (PTFI) terhadap pemerintah.

Dia mengajak kalangan muda terutama dari Nahdlatul Ulama untuk membela Menteri ESDM Ignasius Jonan yang sedang berupaya menyelamatkan kekayaan sumber daya alam (SDA) milik Indonesia yang selama ini dikeruk anak usaha Freeport McMoRan itu.

“Ketika Freeport main ancam ke NKRI, mana suara-suara anak-anak muda yang katanya bela tanah dan sumber daya Indonesia?” ujarnya, Selasa (21/2).

Menurutnya, kalangan muda nahdliyin harus bersuara membela Jonan. Sebab, saat ini mantan menteri perhubungan itu sedang jadi sasaran.

“Pak Jonan yang kemarin ikut memperingati maulid di Ansor dan kini mau hajar setan Freeport, kok anak-anak yang ngaku NU pro-kedaulatan SDA pada bisu gak belain Pak Jonan?” sambungnya.

Baso yang juga tokoh muda NU itu lantas menyoroti pernyataan PTFI yang mengaku sudah menyetor uang ke kas negara sebesar Rp 214 triliun selama 25 tahun terakhir. Menurut Baso, kondisi yang terjadi justru sebaliknya.

Menurut Baso, PTFI setiap tahun mengeruk keuntungan hingga mencapai Rp 50 triliun, namun hanya sebagian kecil yang diberikan ke Indonesia. Karenanya, seharusnya jumlah yang diserot PTFI ke Indonesia lebih dari angka itu.

“Jadi selama 25 tahun itu totalnya Rp 1.250 triliun. Berarti tiap tahun cuma setor rata rata 10 persen (ke kas negara, red),” tegasnya.

Baso menegaskan, hal itu jelas bertentangan dengan Pasal 33 UUD 1945 yang mengharuskan sistem bagi hasil 30 persen minimal keuntungan PTFI masuk ke kas negara. Karenanya dia juga mengingatkan para pegiat LSM yang selama ini menerima bantuan dana dari AS agar kembali ke jalan yang benar.

“Anak LSM yang selama ini kenyang duit funding Amerika pasti sariawan soal Freeport. Ingat, saat ini Banser Ansor NU siaga satu dukung Pak Jonan, siap revolusi nasionalisasi Freeport untuk menjalankan mandat teologi tanah Aswaja NU untuk NKRI dan amanat Pasal 33 UUD 1945,” ucapnya.

(gir/jpnn/PE)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital