Sabtu, 4 April 2026
Daerah  

Kesadaran Bermasker Masih Minim, Ratusan Warga Terjaring Operasi Yustisi di Parimo

DIBERI SANKSI - Pelanggar Prokes diberi sanksi fisik oleh petugas yang terjaring dalam operasi yustisi di Parimo. Foto : ASWADIN/PE

PALU EKSPRES, PARIMO– Petugas gabungan TNI, Polri, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan dan BPBD menggelar Operasi Yustisi Protokol Kesehatan (Prokes) di Kabupaten Parigi Moutong, Jumat (5/2/2021).

Dalam operasi yustisi tersebut, ratusan warga terjaring karena tak memakai masker saat beraktivitas ke luar rumah. Lokasi yang menjadi sasaran petugas gabungan ini yakni, jalan jalur dua tepatnya di bundaran depan kantor Bupati Parimo.

Marselinus Artawan, selaku Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parimo sekaligus mengkoordinir kegiatan operasi tersebut mengatakan, operasi yustisi yang digelar ini merupakan kegiatan awal yang dilakukan tahun ini.

“Jadi kita awali operasi yustisi ini di bundaran depan kantor Bupati, nanti ada jadwal yang sudah kita susun. Jadi minimal dalam sebulan itu delapan kali dilaksanakan razia masker,” kata Marsel ditemuai di lokasi razia, Jumat (5/2/2021).

Menurutnya, operasi yustisi ini melibatkan TNI, Polri, BPBD, Dinas Perhubungan, dan Satpol PP. Ia mengatakan, dalam razia itu, petugas menghentikan warga atau pengendara yang melintas tidak mengenakan masker.

Para pelanggar prokes katanya, langsung didata dan dijatuhi sanksi fisik yakni, push up.” Dalam sanksi fisik ini kita lihat juga kondisi orangnya kalau yang sudah tua tidak mungkin kita paksakan,” ujarnya.

Setelah didata kata dia, para pelanggar diperingati untuk selalu menggunakan masker jika beraktivitas di luar rumah. Ia menjelaskan, para pelanggar yang sudah mendapatkan sanksi oleh petugas, lalu diberi masker. 

Ia mengatakan, kebanyakan warga yang tidak memakai masker, mengaku karena lupa dan menganggap hanya bepergian dalam jarak dekat, sehingga merasa tidak perlu memakai masker.

Ia menambahkan, selain di jalan, pihaknya juga berencana akan melakukan razia masker di tempat-tempat ramai seperti, pasar, cafe, dan lainnya. Tetapi, pihaknya terlebih dahulu melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

Menurutnya, tingkat kesadaran masyarakat Parigi Moutong dalam menggunakan masker masih minim. Hal ini dibuktikan dengan catatan petugas jumlahnya ratusan warga yang terjaring razia saat ini.

“Mudah-mudahan, dengan di catat indentitasnya, harapan kedepan bila mereka bertemu dengan kami, sudah bisa berubah dan menggunakan masker dengan baik,” harapnya. (asw/palu ekspres)