Minggu, 5 April 2026
Daerah  

Vaksinasi Covid-19, Dinkes Parimo Batasi Ruang Gerak Wartawan

Wartawan tidak diberi akses untuk meliput pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Parigi Moutong, (Parimo) Sulawesi Tengah. Foto: Aswadin/PE

PALU EKSPRES, PARIMO- Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 yang diawali oleh puluhan pejabat dari Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, terkesan membatasi wartawan untuk meliput kegiatan tersebut.

Pasalnya, Dinas kesehatan setempat tidak membolehkan pengambilan gambar oleh wartawan, jika tidak menggunakan Id Card khusus dari Dinas Kesehatan. Pantauan media ini yang menggunakan Id Card khusus dalam kegiatan itu hanya lima photografer yang disewa oleh Dinas Kesehatan.

“Kalau begitu tidak usah kita liput, karena kita tidak diberikan Id Card khusus dari mereka. Sama halnya kita dibeda-bedakan dengan mereka,” sebut Arif Budiman salah seorang Jurnalis Radar Parimo Biro Parigi Moutong.di lokasi kegiatan, Senin (8/2/2021).

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Parimo, Wulandari mengatakan, terkait pengambilan gambar bukan tidak bisa tetapi, pihaknya hanya membatasi agar ada ruang bagi penerima vaksin.

“Jadi tadi itu bukan tidak bisa mengambil ganbar tetapi kami hanya membatasi dengan mamasang tali pembatas agar bapak-bapak tadi yang divaksinasi itu memiliki ruang gerak bagus,” ujar Wulandari ditemui usai pelaksanaan vaksinasi di kantor bupati, Senin (8/2/2021).

Dinas Kesehatan sendiri kata dia, hanya memberikan lima buah Id Card kepada photografer.” Kalau yang saya berikan Id Card itu teman photografer dari humas Setda Parimo, dan ada yang kami sewa dari Dinas Kesehatan,” terangnya.

“Untuk rekan-rekan media kami tetap memberikan ruang di bagian depan teras kantor bupati. Itu sengaja kami kosongkan untuk teman-teman peliput atau media darimana saja,” tambahnya. 

Sekaitan hal itu, Wakil Bupati Parimo, Badrun Nggai mengaku, tidak memonitor. Sehingga, ia tidak mengetahui apa yang terjadi.” Masalah ini saya tidak monitor, jadi saya kaget juga ternyata mereka mempersyaratkan itu,” ujarnya.

Ia juga mengaku, tidak mengetahui siapa saja yang diberikan Id Card tersebut dari dinas terkait.” Nah, ini pengaturan mereka saya sudah tidak tahu lagi, dan saya harap teman-teman legowolah,” ujarnya. (asw/palu ekspres)