Oleh Melvina*
Sampai hari ini, jumlah pasien yang dirawat dan meninggal karena virus Covid 19 belum berakhir. Bahkan kalau diperhatikan, jumlahnya semakin meningkat dan mencemaskan. Berbagai upaya yang dilakukan untuk pencegahan sepertinya belum mampu untuk menekan jumlah mereka yang positif Covid 19. Pandemi ini telah memberikan dampak yang luar biasa terhadap kehidupan masyarakat kita. Dampaknya tidak hanya terlihat dari semakin sulitnya mendapatkan penghasilan dan banyakya pemutusan lhubungan kerja. Tetapi terlebih lagi dampaknya sangat berimbas pada proses pembelajaran yang harus dilaksanakan secara daring.
Pandemi saat ini sudah memasuki semester ketiga, meskipun pemerintah sudah memberikan kelonggaran untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka, namun itu masih terbatas pada beberapa daerah yang memenuhi syarat melaksanakannya. Selebihnya masih melaksanakan pembelajaran secara daring. Walau dari hasil evaluasi ternyata pembelajaran daring yang dilakukan belum maksimal dan efektif.
Dalam beberapa kasus terungkap bahwa anak mulai bosan dengan pembelajaran daring ini. Mereka ingin segera belajar tatap muka, seeing dari orang tua mereka kewalahan untuk membimbing anak belajar di rumah. Hal ini ditambah dengan berkurangnya durasi orang dalam mendampingi anaknya belajar, karena orang tua harus disibukkan mencari nafkah untuk kebutuhan yang semakin sulit selama pandemi.
Ironisnya sebagian orang tua ada juga yang merasa tidak masalah ketika anak tidak begitu antusias belajar daring. Memberikan kebebasan kepada anak, dengan alas an pandemi. Jadi tidak maksimal pun dalam proses belajarnya tidak akan jadi masalah. Karena mereka beralasan guru juga sudah sangat paham itu. Akibatnya banyak yang terlambat dan bahkan tidak mengerjakan tugas yang diberikan. Tentu saja ini akan menghambat proses dan efektivitas proses belajar.
Kondisi ini tentu saja tidak bisa dibiarkan, karena pandemic ini belum bisa dipastikan kapan akan berakhir. Apabila proses belajar dibiarkan seperti ini tentu saja akan jadi masalah. Generasi seperti apa yang akan kita hasilkan nantinya, kalau proses belajar tidak dijalankan dengan baik. Pandemi tidak bisa lagi dijadikan sebagai alas an untuk tidak maksimal dalam menjalankan proses belajar yang lebihbaik. Membiarkan anak belajar tanpa bimbingan akan mengurangi motivasi mereka dalam belajar.
Karenanya ini haruslah dicegah, agar semangat belajar tetap muncul dan dijalankan dengan baik. Pandemi bukanlah halangan untuk mewujudkan generasi yang lebih baik. Ada beberapa hal yang bisa menjadi pertimbangan dalam menjalankan proses belajar yang lebih baik. Pertama guru atau pihak sekolah harus menyusun program belajar yang komunikatif. Belajar bukan hanya menyelesaikan soal, tetapi seharusnya belajar daring adalah kesempatan kepada setiap siswa menyadari bahwa mereka sedang sekolah. Ada teman-teman yang lain yang sedang melaksanakan proses belajar sebagaimana yang dirasakannya. Jadi anak menjadi tidak sendirian, mereka bisa saling kenal, walaupun secara virtual tetapi keakraban tetap bisa diwujudkan dalam pembelajaran daring.
Kedua, menyediakan modul yang bisa dipelajari anak sebelum pembelajaran daring dilaksanakan.Sehingga anak bisa membaca dan belajar sendiri terlebih dahulu sebelum pembelajaran daring di mulai. Ketika pembelajaran daring dimulai, proses belajar menjadi lebih mudah, karena anak sudah mempelajari materi. Apabila ada yang tidak mereka pahami, bisa ditanyakan langsung kepada gurunya saat pembelajaran daring.
Ketiga, guru harus kreatif menciptakan suasana belajar yang disenangi oleh anak-anak. Menyapa masing-masing anak selama belajar berlangsung. Memberikan kesempatan pada mereka saling tegur sapa dan menceritakan pengalaman selama belajar daring bisa mencairkan suasana belajar. Seeing dengan demikian belajar daring tidak monoton dan membosankan bagi anak.
Keempat, menjalin komunikasi dengan orang tua yang menjadi perwakilan guru selama belajar di rumah. Harus terbentuk persepsi yang sama antara guru dan orang tua tentang pentingnya pendampingan dari orang tua selama pembelajaran daring. Ini penting dilakukan agar proses belajar yang sedang berlangsung memberikan nilai positif kepada anak. Keluhan dan kesulitan orang tua akan mudah diselesaikan ketika komunikasi dengan guru bisa berjalan dengan baik.
Kelima, disiplin. Sikap disiplin penting untuk diterapkan dalam proses belajar. Memang harus diakui bahwa anak memiliki gaya belajar masing-masing. Tetapi mendisiplin kananak dalam belajar selama daring tetap bisa dilakukan. Sebagai contoh kecil saja adalah membiasakan anak tetap bangun dan mandi pagi. Memakai seragam sekolah agar suasana belajar di sekolah bisa dirasakan menjadi salah satu solusi yang dapat dilakukan. Ini bukanlah pemaksaan tetapi mendisiplinkan anak agar suasana belajar di sekolah tetap terasa, meskipun belajar di rumah.
Begitu juga dengan disiplin selama proses belajar daring berlangsung. Disiplin bisa dimulai dengan ketepatan waktu guru hadir dalam ruang zoom atau media belajar virtual lainnya. Ketepatan dan konsistensi guru hadir selama belajar daring akan memberikan pengaruh yang baik pada para siswa. Seeing semangat belajar anak selama pandemic ini tetap terjaga dengan baik.
Semoga saja para orang tua, guru serta semua yang terlibat dalam dunia pendidikan bisa mendampingi anak-anak dalam belajar. Belajar sebagai bekal mereka di masa depan. Menjadi generasi yang lebih baik dari generasi saat ini. Meskipun pandemi, semangat belajar dan tanggungjawab untuk mewujudkan pembelajaran yang berkualitas tetap harus diupayakan. ***
*Dosen Prodi Bahasa Inggris STKIP PGRI Sumbar/Alumni UKM Malaysia






