Memelihara Komitmen sebagai Pendidik

  • Whatsapp
Melvina. Foto: Istimewa

Oleh Melvina (Dosen Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas PGRI Sumatera Barat)

MENJADI pendidik merupakan profesi mulia dan membanggakan. Bagaimana tidak, mendidik generasi mendatang untuk mewujudkan masa depan yang lebih baik. Mulai dari jenjang pendidikan yang paling rendah (guru PAUD), sampai dengan pendidikan tinggi (dosen); semua memberikan kontribusi yang begitu besar bagi proses belajar individu pembelajar di setiap jenjangnya.

Bacaan Lainnya

Kondisi sedih, gembira, mudah dan sulit dilalui dengan tetap bersemangat. Meskipun terkadang masih banyak dari para pendidik tersebut berada dalam kesulitan. Bahkan untuk kebutuhan sehari-hari saja tidak bisa dicukupi dari gaji sebagai pendidik. Bagi mereka yang berstatus sebagai ASN atau sudah mendapatkan sertifikasi pendidik. Barangkali tidak terlalu sulit menjalani ini. Tetapi bagaimana dengan mereka yang masih honor dengan ikatan kerja yang belum jelas? Tentu ini berat dan kenyataannya jumlah mereka ini lebih banyak dari yang berstatus CPNS dan menjadi garda terdepan dalam memberikan pengajaran  di berbagai daerah. Walau semua terasa begitu berat, tetapi tetap harus dijalani dengan lapang dada. Sangatlah pantas memang gelar pahlawan tanpa tanda jasa menjadi simbol keikhlasan mereka menjalani tugas dalam kesehariannya.

Tetapi bagaimanapun kondisinya, seorang pendidik tetap harus menjaga komitmennya sebagai pendidik yang professional. Hal ini sangatlah penting, agar tugas dan kewajiban bisa dijalankan dengan baik. Komitmen untuk bisa memberikan yang terbaik dalam mendidik generasi mendatang, tanpa harus menunggu dari mereka yang sebenarnya belum tentu peduli dengans segala kesulitan yang dilalui.

Komitmen sebagai pendidik merupakan adanya rasa keterikatan diri terhadap tugas dan kewajiban sebagai pendidik. Sehingga melahirkan tanggung jawab dan sikap reponsif, inovatif dan kreatif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Nilai komitmen terhadap tugas atau pekerjaan dalam hal ini diwujudkan dalam proses pembelajaran yang dilaksanakannya. Agar kualitas pendidikan dapat ditingkatkan dengan lebih baik lagi.

Komitmen para pendidik dalam mengajar terlihat dari kebulatan tekad mereka dalam melaksanakan tugas yang dibebankan kepadanya. Menunjukkan kesungguhan dan mengarahkan segala kemampuan secara profesional untuk hasil yang maksimal. Adanya kepedulian, tanggung jawab, dan loyalitas dalam mengajar menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pendidik. Sebagai bentuk komitmen tersebut yang dapat dinilai dan dirasakan.

Oleh sebab itu dalam komitmen tersebut seorang pendidik harus mampu memahami diri dan tugasnya, pancaran sikap bathin (kekuatan bathin) kekuatan dari luar dan tanggap terhadap perubahan. Unsur-unsur inilah yang melahirkan tanggung jawab terhadap tugas dan kewajiban yang menjadi komitmen seseorang pendidik. Sehingga tugas dan tanggung jawab tersebut dilakukan dengan sepenuh hati.

Selama pandemi, komitmen pendidik sangatlah dituntut. Mereka harus mampu melaksanakan pembelajaran baik secara luring dan daring. Seorang pendidik yang profesional dengan komitmen yang tinggi akan selalu punya kemampuan untuk mengembangkan dirinya secara kontinyu. Sedangkan untuk menjadi kreatif mereka harus bisa kehilangan rasa takut untuk berbuat salah.

Berani melakukan berbagai terobosan yang mungkin belum terpikirkan oleh orang lain. Tidak sedikit kadang juga dianggap “tabu” oleh orang lain. Tetapi mereka bisa membuktikan bahwa itu berhasil. Meyakinkan lingkungannya bahwa mencoba hal yang baru itu penting. Agar hasil belajar yang diharapkan dapat dicapai secara maksimal. Diharapkan pendidik dengan komitmen yang tinggi berbanding lurus dengan kualitas peserta didiknya. Sehingga proses belajar yang dijalankan dapat menjadi solusi dalam meningkatkan kualitas hasil belajar yang dirasakan sangat menurun selama pandemi ini.

Oleh sebab itu, kompetensi yang kuat haruslah dimiliki seorang pendidik. Pendidik yang mampu memberikan perubahan yang signifikan terhadap perkembangan peserta didik menjadi individu yang berkualitas.

Untuk itu adanya dukungan dan kesempatan yang diberikan oleh seluruh elemen pendidikan menjadi keniscayaan. Sebagaimana harus dipahami bahwa peserta didik yang berkualitas tidak lahir dengan sendirinya, tetapi direncanakan dengan menyiapkan pendidik yang memiliki komitemn dan kompetensi komprehensif dalam mendukung lahirnya generasi yang lebih baik lagi. Memberikan dukungan tidak hanya secara moral tetapi juga finansial, agar komitemn itu tetap terjaga dan terawatt dengan baik.

Pendidik memiliki peran yang strategis dalam mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas. Melalui bimbingan dan arahan guru, kemampuan individu bisa meningkat. Menjadikan yang sulit terasa mudah, karena masa depan yang baik akan lebih mudah dicapai dengan tingkat pendidikan yang baik. Pendidikan yang dapat meningkatkan kompetensi setiap individu menjadi manusia yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Untuk mewujudkan peserta didik yang berkualitas, maka sangatlah dibutuhkan pendidik dengan komitmen yang baik kuat. Memberikan pengajaran yang maksimal sebagai upaya meningkatkan kemampuan kognitif, afektif dan psikomotorik dari peserta didiknya. Tidak hanya cerdas akal fikirannya, tetapi juga kemampuan sosialnya. Moral yang baik penuh ketaatan kepada Tuhannya. Semua haruslah meningkat demi terwujudnya generasi yang kuat dan berkualitas.

Pendidik yang memiliki komitmen yang kuat akan mendukung lahirnya generasi yang lebih baik lagi. Semoga semua komponen pendidikan bisa berkolaborasi mewujudkannya. Memberdayakan semua potensi yang dimiliki untuk menjaga komitmen dari semua pendidik. Sehingga mampu bergerak mewujudkan cita-cita mulia dari pendidikan dengan lahirnya generasi emas yang berkualitas.

Pos terkait