PALU EKSPRES, TOLITOLI – Pengujian diagnosa Covid- 19 terhadap ratusan pasien Corona di Rumah Sakit Mokopido Kabupaten Tolitoli tak menggunakan penunjang hasil Laboratorium Kesehatan (Labkes) RT-PCR, malah menggunakan Alkes TB Paru.
Alkes TB-Paru yang dipergunakan untuk mendiagnosa corona terhadap pasien yang dirawat di rumah sakit milik Pemerintah Daerah (Pemda) itu ditambahkan dengan perangkat lain berupa catrige. Setiap pasien yang terpapar Covid- 19 mendapatkan jatah catrige.
Direktur RS Mokopido Tolitoli, Dr Danial menjelaskan, para pasien yang mendapat perawatan akibat penyakit lain, seperti jantung tetap dilakukan scraining untuk memutus mata rantai penyebaran Covid- 19 di Kabupaten Tolitoli.
” Scraining kepada pasien dilakukan menggunakan peratan Alkes TB Paru yang ditambahkan dengan catrige itu karena kita tidak punya Labkes RT-PCR,” aku Direktur Rumah Sakit Mokopido itu di ruangannya, Senin (15/2/2021).
Meskipun pemeriksan penunjang yang bisa menegakkan diagnosa Covid RT-PCR menjadi wajib yang tingkat keakuratannya 100 persen, namun pihaknya masih menggunakan rapid antigen dengan akuratan hanya mencapai 97 persen kepada sebagian pasien di Rumah Sakit Mokopido.
“Untuk catrige yang menjadi alat tambahan Alkes TB Paru sekarang ini kita sudah kehabisan sekitar seminggu lebih lamanya, karena kehabisan anggaran kita tidak bisa adakan lagi, kalau tahun lalu kita dapat bantuan dari Kementerian,” kata Dr Daniel.
Ia membenarkan berkurangnya pendapatan di rumah sakit sekarang ini karena munculnya asumsi di masyarakat kalau pasien yang dirawat di Rumah Sakit Mokopido Tolitoli banyak dicovidkan. Yang biasanya perhari berjumlah 200 pasien, kini rata-rata tinggal 50 pasien yang dirawat.
” Gara-gara asumsi di masyarakat itu jumlah pasien kita mengalami penurunan,” terangnya.
Disinggung soal jumlah pasien yang terpapar covid, menurutnya dalam penanganan pasien Covid di rumah sakit, pihaknya telah menyiapkan tiga ruangan, meliputi ruangan baru, ruangan tuliv dan ruangan isolasi.
“Kalau yang dirawat di ruang isolasi tinggal tujuh pasien. Pasien ini semuanya didiagnosa menggunakan RT PCR yang menggunakan Catrige yang dimasukkan pada Alkes TB Paru,” ujarnya. (ram/palu ekspres)






