Oleh Melvina*
GURU mengajar atau sarjana mengajar di sekolah sudah biasa. Karena mereka semua memang dibekali kemampuan untuk bisa mempersiapkan dan melaksanakan pembelajaran yang baik bagi siswanya. Mulai dari perencanaan sampai dengan evaluasi pembelajaran menjadi kompetensi yang harus dimiliki seorang guru. Tetapi bagaimana dengan orangtua mengajar?. Tentu saja sangat beragam kemampuan mereka. Para orang tua tidak pernah dilatih dan disiapkan secara khusus untuk bisa mengajar. Tetapi walaupun beragam, masing-masing orangtua tentu saja memiliki kemampuan yang bisa dimanfaatkan sekolah untuk proses belajar yang lebih baik. Karena orangtua adalah mitra utama sekolah dalam meningkatkan kemampuan belajar siswa. agar tujuan pembelajaran dapat diwujudkan sesuai rencana.
Oleh sebab itu sekolah bisa saja meminta bantuan dari orangtua yang memang memiliki kemampuan tertentu untuk membelajarkan anak. Tidak mesti harus mengajari mata pelajaran yang dipelajari siswa di sekolah, tetapi melibatkan orangtua membelajarkan anak di sekolah berdasarkan kompetensi yang dimiliki oleh orangtua. Seperti mengajarkan keterampilan-keterampilan yang dapat meningkatkan motivasi dan kreativitas belajar siswa. Berbagai keterampilan yang tidak bisa didapatkannya dari guru di sekolah.
Namun bagi orangtua yang memang memiliki kemampuan mengajar pada mata pelajaran tertentu, bisa ikut terlibat dalam pembelajaran daring yang sedang berlangsung. Bisa mendampingi saat kegiatan belajar dilaksanakan dalam bentuk tim kerja. Jadi ini tidak hanya sekedar program parenting bagi para orangtua siswa, tetapi lebih dari itu semua ini memberikan kesempatan para orangtua untuk mengajar di kelas anaknya. Sehingga para orangtua bisa terlibat dalam proses belajar anak di sekolah.
Pandemi Covid 19 yang belum berakhir sampai saat ini telah menjadikan orangtua tidak sekedar mitra dari sekolah. Pembelajaran daring yang dilaksanakan telah menuntut para orangtua untuk memiliki kemampuan mengajar bagi anak-anaknya. Bukan lagi hanya sekedar mendampingi anak dalam belajar. Karena waktu belajar daring dengan sekolah sangatlah terbatas. Terkadang waktu sudah habis sedangkan anak belum memahami materi yang sudah dijelaskan guru. Tentu saja kondisi ini menuntut para orangtua memiliki kompetensi yang dapat membantu menjelaskan segala sesuatu yang belum dipahami oleh anaknya. Kegiatan ini tidak hanya mendekatkan para orangtua, tetapi lebih dari itu ini akan membuat kedekatan emosional antara orangtua dengan pihak sekolah.
Sebenarnya apabila ditelisik lebih jauh lagi, tugas orangtua dalam membelajarkan anaknya selama pandemi ini cukup kompleks. Apabila guru memiliki tanggung jawab mengajarkan satu mata pelajaran kepada siswanya. Misalnya guru matematika, maka tugas pokoknya tentu bagaimana anak bisa memahami pelajaran matematika yang diajarkan. Beda dengan orangtua yang harus memahami tugas berbagai mata pelajaran yang diberikan gurunya. Tidak hanya pelajaran matematika, tetapi juga mata pelajaran yang lainnya. Orangtua dituntut untuk bisa memahami semua mata pelajaran agar bisa memberikan solusi ketika anak belum paham.
Namun dari sekian banyak orangtua yang mendampingi anaknya dalam belajar, tentu ada mereka yang sukses dalam membelajarkan anaknya. Orangtua yang memiliki kompetensi yang dapat membelajarkan siswa dengan kreativitas yang mereka miliki. Oleh sebab itu melibatkan orangtua dengan menjadikannya bagian dari proses pembelajaran di sekolah selama pandemi ini perlu direalisasikan. Agar tujuan belajar bisa diwujudkan dengan sebaik-baiknya.
Untuk mewujudkan kegiatan orangtua mengajar, maka ada beberapa langkah yang perlu dilakukan. Pertama, guru atau pihak sekolah harus melakukan identifikasi kemampuan atau profesi dari masing-masing orang tua siswa. Identifikasi kompetensi orangtua sangatlah penting agar bisa berbagi pengetahuan dengan guru di sekolah. Identifikasi dimaksudkan untuk memetakan kemampuan orangtua yang dapat dimanfaatkan membantu aktivitas belajar.
Kedua, kegiatan ini ditujukan untuk membantu aktivitas belajar di sekolah. Bukan sebagai kegiatan utama, makanya sifatnya bisa insidental berdasarkan kebutuhan dari siswa dan kemampuan yang dimiliki oleh orangtua.
Ketiga, kegiatan ini tidak dimaksudkan menambah tugas orangtua yang memang sudah terasa berat sejak pandemi ini. Kegiatan ini lebih bersifat sharing pengetahuan dan pengalaman dalam membelajarkan anak. Masing-masing orangtua jelas mereka memiliki pengalaman yang berbeda dalam membelajarkan anak. Begitu juga sebaliknya bagi anak, mereka akan mendapatkan suasana baru atau selingan dalam belajar. Sehingga tidak monoton dalam pembelajarannya. Anak- anak akan mendapatkan pengalaman seru belajar bersama orangtua temannya pada saat itu.
Kolaborasi antara orangtua dan sekolah tentu akan menjadikan visi dan misi sekolah berjalan dengan baik. Karena pada dasarnya suksesnya program sekolah karena ada sinergitas antara sekolah dan para orangtua siswa. Kegiatan orangtua mengajar akan menjadikan sekolah memiliki program khas yang akan dinantikan jadwalnya oleh anak-anak.
Jika kegiatan ini berjalan dengan baik, akan menguatkan hubungan para orangtua siswa. Komunikasi akan terbuka untuk saling memberikan ide dan masukan melalui chat atau WA group untuk menyelesaikan masalah pembelajaran anak. Mungkin sebelumnya ada orangtua yang bingung dan sulit untuk mendampingi anaknya belajar karena kurang paham dengan materi yang diberikan guru, dengan adanya kegiatan orangtua mengajar akan memberikan solusi bagi permasalahan mereka.
Oleh sebab itu, masa pandemi ini seharusnya menjadikan kolaborasi orangtua dengan guru semakin kuat. Bukan dilemahkan dengan berbagai persoalan yang bersifat teknis pembelajaran semata, dan lupa dengan tujuan belajar yang sesungguhnya. Sehingga terlibatnya orangtua dalam mengajar memberikan nuansa baru dan kreativitas pembelajaran yang diharapkan dapat memotivasi belajar siswa. ***
* Dosen Prodi Pendidikan Bahasa Inggris STKIP Sumatera Barat






