Sabtu, 4 April 2026
Daerah  

Pemkab Morowali Siapkan, Santri Kurang Mampu di Ponpes Diberi Beasiswa

Bupati Morowali. Foto: Istimewa

PALU EKSPRES, MOROWALI-Kehadiran sejumlah pondok pesantren memberikan sumbangsih besar dalam mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) generasi islami di Kabupaten Morowali. “Hadirnya sejumlah ponpes juga meningkatkan keimanan dan ketaqwaan bagi anak didiknya,” kata Bupati Morowali saat menghadiri kegiatan ponpes Masjid Tua Al Fatah Bungku, Minggu (14/3/2021).
Kegiatan pertemuan wali santri dan wisuda santri khataman quran 30 juz bil goib tersebut dihadiri Bupati Morowali Drs Taslim, pengasuh Ponpes Al Fatah Temboro, Jawa Timur, Ustad Tubagus Mohammad Shodiq, Pengasuh Ponpes Masjid Tua Al Fatah, Ustad. Ahmad Irfan Hadadi, Asisten III, Husban Laonu, Kades Bahoruru, Haerudin Janat dan seluruh wali santri.
Ia menjelaskan, bagi anak kurang mampu dan yatim piatu yang mondok di pondok pesantren (Ponpes) diberikan bantuan dari Pemerintah Daerah guna meringankan beban orangtua santri.
Menurutnya, sejak APBD Perubahan 2020 dan APBD 2021, pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Morowali telah mengalokasikan dana kurang lebih Rp6 Miliar, yang khusus diperuntukan bagi anak yatim piatu ataupun anak tidak mampu yang mondok di pesantren. Adapun besaran bantuan yang diberikan pada setiap anak per bulan sebesar Rp 500 Ribu. “Bantuan ini bertujuan untuk meringankan beban orangtua santri selama anaknya mengikuti pendidikan di pesantren,’’kata Taslim.
Taslim menambahkan, dalam mendukung pengembangan ponpes yang ada di Kabupaten Morowali, Pemda telah memberikan bantuan dana untuk kepentingan pembanguanan fasilitas yang menjadi kebutuhan di setiap ponpes.
‘’Bantuan 1 Miliar Rupiah setiap ponpes telah kami realisasikan tahun 2020. Alhamdulillah dari 5 Ponpes yang kami bantu, sudah ada 3 Ponpes yang diresmikan pefungsiannya. Selanjutnya di tahun anggaran 2021 ada tiga lagi ponpes yang sudah dialokasikan dananya, salah satunya Ponpes Masjid Tua Bungku,’’ ujarnya.
Ia berharap, seluruh orangtua dapat memotivasi anaknya mempelajari ilmu agama di pondok pesantren sehingga kelak menjadi generasi yang memiliki pribadi yang tangguh dan berakhlak mulia.
‘’Saya berharap, seluruh orang tua dapat memasukan anaknya di Popes, sehingga terbentuk akhlaknya sejak dini. Jika ini dilakukan, Insya Allah Morowali tidak hanya dikenal dengan Sumber Daya Alamnya namun juga akan dikenal dengan Morowali sejuta santri,’’ pungkas Taslim. (Iqbal)