Minggu, 9 Agustus 2026
Palu  

Akademisi: Naskah Akademik Ranperda RTRW Kota Palu Patut Dicermati

Slamet Riyadi Cante. Foto: Istimewa

PALU EKSPRES, PALU– Pengamat Kebijakan Publik Universitas Tadulako (Untad) Palu, Dr. Slamet Riyadi Cante angkat bicara mengenai Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) yang sudah rampung pembahasannya ditingkat fraksi DPRD Kota Palu.
Menurut mantan Dekan FISIP Untad itu, meskipun seluruh Fraksi DPRD sudah menyetujui Ranperda RTRW Kota Palu menjadi Perda setelah Pansus membacakan hasil kinerjanya dalam rapat paripurna DPRD Palu pada Sabtu malam (1/5/2021), namun tahapan penyusunannya harus diawali dengan naskah akademik.
“Naskah akademik itu di dalamnya memuat hasil riset yang dilakukan secara akademik. Muatan phylosofis, yuridis, dan sosiologis,” kata Slamet Riyadi melalui keterangan tertulis yang dikirim ke Palu Ekspres, Selasa (4/5/2021) .
Sekaitan dari sebuah Ranperda lanjut pengurus pusat IAPA itu, idealnya tergambar dalam naskah akademik. Berdasarkan UU Nomor 12 tahun 2011, dijelaskan bahwa setiap pembentukan peraturan perudang-undangan harus diawali dengan Naskah Akademik. Dengan demikian demikian naskah akademiknya yang patut dicermati dan di pertanyakan, apakah juga sebelumnya sudah melalui tahapan konsultasi publik.
Saran- saran dari masing Fraksi DPRD yang berkembang dalam muatan Ranperda sebaiknya paralel dengan naskah akademik yang telah tersusun. Hal ini penting agar Perda RTRW nantinya akan lebih responsif dengan kepentingan publik dan lingkungan.
Sebelumnya, Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) DPRD Palu telah merampungkan pembahasan Ranperda tersebut.
Sabtu malam 1 Mei 2021, Pansus membacakan hasil kinerjanya dalam rapat paripurna DPRD Palu. Selanjutnya seluruh fraksi DPRD Palu menyatakan setuju atas laporan tersebut melalui pembacaan pemandangan umum fraksi.
Salahsatu urgensi dalam RTRT ini adalah perdebatan soal kawasan pertambangan. Dalam draf RTRW hanya disebut dalam satu pasal adalah kawasan pertambangan energi listrik.
Karenanya Pansus berdasarkan banyak pertimbangan akhirnya memasukkan kawasan pertambangan batuan dan mineral ke dalam batang tubuh draf RTRW. (bid/palu ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital