Aktivitas Pertambangan di Bolano Lambunu Parimo Cemari Sumber Air Warga

  • Whatsapp
Wagub Sulteng Dr H Rusli Dg Palabbi berfoto bersama dengan Ketua Komisi III DPRD Sulteng Sonny Tandra dan Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP, Kadis Kesehatan, Kepala Dinas Pertanian dan Holtikultura, mewakili Dinas ESDM, Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP, dan Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan. Foto: Biro Adm Pimpinan

PALU EKSPRES, PARIMO– Aktivitas pertambangan di Desa Kotanagaya, Kecamatan Bolano Lambunu, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), telah mencemari sumber air masyarakat di wilayah itu.

Wakil Gubernur Sulteng Dr. Rusli Dg Palabbi pun turun langsung ke lokasi bersama rombongan untuk mengecek kepastian tersebut.

Bacaan Lainnya

“Kunjungan kami untuk melihat kondisi masyarakat dan dampak pencemaran yang disebabkan pertambangan emas yang ada di Bolano Lambunu.  Kunjungan kita ini melihat pertambangan emas dan saya memastikan bahwa proses penambangan emas tersebut adalah Ilegal,” kata Wagub Sulteng saat menyaksikan kondisi pencemaran sumber air warga di Desa Kotanagaya, Kecamatan Bolano Lambunu, Parimo, Kamis (6/5/2021).

Saat ini kata Wagub, dampak aktivitas pertambangan emas di Desa Kotanagaya  sangat besar kepada petani sawah seeing mereka  tidak bisa lagi menanam.

“Ada laporannya, tanah sawahnya sudah mengeras sehingga tidak bisa ditanam lagi,” kata Wagub.

Sekaitan dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh aktivitas pertambangan tersebut, Wagub meminta perusahaan tambang tersebut diundang.

“Siapa yang bertanggung jawab atas operasional tambang tersebut,” katanya.

Laporan yang ia terima lanjutnya, pengelolaan lokasi tambang di wilayah itu sudah beberapa kali berpindah tangan. Terlebih lagi pernyataan Wakil Bupati Parimo bahwa perusahaan itu belum ada rekomendasi dari Pemda Kabupaten Parigi Moutong. (bid/palu ekspres/biro adm pimpinan)

Pos terkait