Minggu, 5 April 2026

Nelayan Belum Melaut Usai Lebaran, Harga Ikan di Parimo Melonjak

LAPAK IKAN - Nampak salah satu pedagang ikan di pasar sentral Parigi tengah menjajakan ikanya. Foto : ASWADIN/PE

PALU EKSPRES, PARIMO– Empat hari pasca lebaran Idul Fitri 1442 H, harga ikan di Pasar Sentral Tagunu Parigi, Kecamatan Parigi Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) Sulawesi Tengah (Sulteng) melonjak.
Fatul, salah satu nelayan di Desa Bambalemo, Kecamatan Parigi, kepada wartawan, Senin (17/5/2021), mengatakan, kondisi ini disebabkan terbatasnya pasokan. Karena sebagian besar nelayan belum turun melaut.
Mestinya, empat hari pasca lebaran Idul Fitri kata dia, ia berencana akan turun melaut. Karena menurutnya, kebutuhan belanja untuk keluarga di rumah sudah mulai menipis setelah digunakan untuk kebutuhan saat lebaran.
Namun, niat untuk turun melaut kata Fatul terpaksa diurungkan. Sebab, cuaca ekstrim yang saat ini tengah melanda khususnya di wilayah Kabupaten Parigi Moutong, di perairan Teluk Tomini.
“Setelah libur lebaran ini, sebenarnya saya sudah turun melaut. Tapi cuaca yang tidak memungkinkan, sehingga saya masih enggan untuk turun. Kadang hujan disertai angin kencang dan gelombang tinggi,” ujarnya.
Sementara Pardi, pedagang ikan di Pasar Sentral Tagunu Parigi mengaku, pasokan ikan segar dari para nelayan belum diterima pedagang. Karena sebagian nelayan masih enggan melaut lantaran cuaca saat ini tidak menentu. Selain itu, mereka para nelayan juga masih menikmati libur bersama keluarganya.
Menurut dia, jenis ikan yang ada saat ini mereka jual adalah, ikan cakalang dan ikan katombo serta ikan lainnya. Kata dia, ikan cakalang yang ukuran sedang sebelumnya dijual dengan harga Rp 20 ribu, kini dijual Rp 35 hingga Rp 40 ribu per ekor.
Sedangkan, ikan katombo yang biasanya dijual pada saat situasi normal dengan harga eceran Rp 20 ribu per 6 ekor, kini dijual Rp 50 ribu per enam ekor. “Kalau cakalang harga sebelumnya sekitar Rp 700 sampai Rp 800 ribu per gabus. Sedangkan ikan katombo harganya saat ini mencapai Rp 1 juta per termos yang seblumnya hanya Rp 700 ribu per termos.” ungkapnya.
Diperkirakan tambahnya, dengan minimnya pasokan, harga ikan ini masih akan bertahan hingga pekan depan.

Terpantau lapak-lapak ikan juga banyak yang kosong. Karena, pedagang lainnya belum mendapat pasokan ikan dari para nelayan.
Ditambah lagi, permintaan masyarakat cenderung meningkat. Karena kebutuhan pasca lebaran, kemudian, rumah-rumah makan di wilayah Parimo juga sudah mulai buka. Namun, para pedagang berusaha memenuhi pasokan dengan mendatangkan cadangan ikan dari luar daerah Parigi Moutong misalnya, dari Luwuk, Ampana dan Morowali. (asw/palu ekspres)