Minggu, 30 Agustus 2026
Opini  

Israel dan Palestina; Di Posisi Mana Kita Berdiri?

Muh. Nur sangadji

Oleh Muhd Nur SANGADJI

Sahabat karibku dari Manado mengirimkan vidio tentang usulan seorang tokoh kepada Presiden Jokowi. Isinya, meminta Presiden agar bijak menyikapi konflik Israel Palestina. Intinya beliau ingin menyampaikan pesan moral bahwa pertikaian saat ini adalah antar faksi. Bukan utuh perlawanan rakyat Palestina terhadap Israel. Saya menyiapkan waktu khusus untuk merenung sambil menyimak semua fakta terkait.

Memang, semenjak meletus lagi konflik Israil Palestina di tahun 2021 ini, saya menerima banyak sekali postingan. Bentuknya narasi, gambar dan vidio. Semuanya berusaha meyakinkan khalayak tentang apa yang sebenarnya terjadi dalam pertikaian ini.


Ketika dua individu atau dua kelompok bertikai hingga ke level kekerasan. Pasti jatuh korban dari kedua belah pihak. Kedua-dua nya akan menjadikan alasan untuk menemukan kebenaran viktim, guna menyulut dendam. Kata-kata pembalasan lebih kejam akan dipakai kedua belah pihak untuk membenarkan tindakan kekerasan berikutnya.

Pada posisi ini, orang harus mencari akar persoalannya. Tentunya tidak mudah. Tapi kalau diurut, pasti ada salah satu yang paling benar. Tidak mungkin kedua- duanya benar. Atau kedua- duanya salah. Bahwa, masing masing punya alasan untuk bertindak. Itu lumrah dalam sebuah konflik. Tapi tidaklah mungkin, masing-masing itu benar semua secara hakiki. Kalaupun ada yang merasa paling benar, itu pun biasa. Namun, hakekat kebenaran itu mestilah hanya satu. Mengurainya dari akar masalah.

Dahulu, waktu para penjajah, bangsa Eropa datang ke tanah kita, hal serupa juga terjadi. Mereka merampas tanah Nusantara. Menopoli perdagangan. Menyiksa rakyat yang melawan. Menuduh mereka ekstrimis. Perjanjian demi perjanjian dilakukan. Linggar Jati. Konferensi meja bundar. Dan, lain lain. Tapi, hal yang paling rumit untuk disoal adalah akar masalah. Dan, kalau kita jujur menanyakannya ? Kita mau bilang apa…? Di mana kita berposisi, untuk tidak menyebut berpihak..?


Pun, waktu kita bersengketa hingga perang dengan para penjajah ini. Banyak korban rakyat Indonesia. Ada juga korban di pihak penjajah. Sejumlah korban mati dari pihak penjajah akibat tusukan bambu runcing, parang dan salawaku, rencong, keris, kujang, clurit dan badik (senjata tradisional), akan dibalas dengan senapan dan meriam canggih kaum penjajah. Perlawanan yang tidak seimbang.

Tapi, diplomasi internasional tidak pernah menyoal akar masalah. Tentang perampokan atau perampasan tanah air milik kita. Para penjajah itu justru berlomba membagi jatah, tanah berdaulat itu. Mereka melakukan melalui perjanjian di tanah Eropa antar sesama penjajah. Mereka melakukannya dengan licik, curang dan tidak beradab.

Bahwa kemudian muncul perlawanan sporadis dari sejumlah orang yang hari ini kita sebut mereka pahlawan. Itu pun, sangat boleh jadi oleh para penjajah, disebut bukan mewakili Nusantara. Mereka disebut, hanyalah pemberontak. Kaum ekstrimis. Kaum pengacau dan sejenis tuduhan lainnya.

Pada saat bersamaan, orang juga bisa bilang. Sebenarnya, bukan Indonesia berperang lawan Belanda. Hanya kelompok kecil yang angkat senjata melawan VOC. Organisasi perdagangan Belanda. Sama analoginya dengan sekarang. Tidak ada pertikaian Palestina Israel. Tapi, Hamas melawan organisasi zionis Israel. Seolah kita mau bilang, ini hanya urusan Hamas dan Zionis semata. Bukan, urusan pembebasan Palestina dari penjajahan Israel. Persis menyederhanakan perlawanan pemberontak melawan VOC. Bukan pembebasan Indonesia dari penjajahan.


Keberpihakan dalam setiap konflik akan tetap ada. Tapi, berpihak pada apa yang kita yakini benar, selalu bersifat nisbi. Karena itu, jangan kita kira, semua orang Indonesia berpihak pada perjuangan kemerdekaan Indonesia. Penjajahan begitu lama (350) adalah buktinya. Selalu saja ada khianat atas nama, terutama materi dan kedudukan.

Sebaliknya, janganlah juga mengira, semua orang Belanda setuju dengan tindakan pemerintahnya atau VOC. Buktinya, ada Edward Dowes Dakker alias Multatuli yang bangkit melawan pemerintahnya untuk membela Indonesia. Lalu, rela dituduh pengkhianat oleh bangsanya sendiri.

Saya juga punya sahabat bernama Crist Sedoty. Anggota Komnas HAM Australia. Beliau bilang kepada kami dalam satu acara tentang demokrasi di kota Palu tahun 2002. Saat Amerika menyerang Irak dan didukung pemerintah Australia. Ada lima puluh ahli hukum Australia yang menentang pemerintahnya. Salah satu adalah dirinya.

**
Kalau saya berusaha jujur dengan fakta sejarah. Kehadiran penjajah Eropa di Nusantara terkesan lebih elegan dibandingkan dengan Israel di Palestina. Penjajah Eropa datang dengan misi perdagangan. Setelah itu, menopoli. Kemudian menjajah. Kaum Yahudi, datang dalam posisi terlunta- lunta sambil meminta belas kasihan. Tapi kemudian menindas kaum yang telah menyelamatkan kehidupan mereka.

Bayangkan, bila satu keluarga datang pada kita dalam keadaan susah dan menderita. Kemudian kita tolong mereka hingga selamat. Kita beri mereka tempat tinggal. Tapi setelah itu, mereka menindas dan mengusir kita dari rumah kita sendiri. Hukum apa yang bisa membenarkan peristiwa ini..? Ini hanya mungkin dilakukan oleh tabiat manusia yang tidak beradab.

Sejarah para Nabi banyak sekali menceritakan tabiat bangsa Yahudi ini. Tentang, pengingkaran. Pengkhiatan dan kekejaman mereka. Musa AS yang telah menyelamatkan mereka dari kekejaman Fir’aun, dikhianati. Isa AS yang diutus Tuhan, dilaknati, diburu dan disalibkan. Dua ini saja sudah cukup menjadi testimoni sejarah kenabian.

Atas semuanya ini maka Indonesia sejak awal telah berketetapan untuk membela Palestina hingga merdeka. Konstitusi kita menyatakan bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa. Soekarno berkata, selama kemerdekaan Palestina beloem diserahkan kepada orang-orang Palestina, maka selama itoelah, Indonesia akan berdiri menentang penjajahan Israel. Ir Soekarno mengucapkan kalimat ini pada tahun 1962. Kebetulan bertepatan dengan tahun kelahiran ku. Artinya, waktu saya masih bayi, Presiden kita ini telah berucap demikian tegas.


Di Abad 19, mereka yang mendirikan negara Israel ini diburu dan dibunuh oleh Hitler. Tentu sebagai manusia, kita tidak membenarkan tindakan Hitler tersebut. Tapi, dia, Hitler menyebutkan kalimat berikut ini yang patut menjadi renungan.

Hitler bilang begini. “I would have killed all the jews of the world, but I kept some to show the world, why I killed them” (Aku akan membunuh semua orang Jahudi di muka bumi, tapi aku menyisahkan sebagian untuk menunjukkan, mengapa aku membunuh mereka). Apriori, mereka yang tersisa itulah yang mendirikan negara Israel yang sebagian keturunannya saat ini, bernama zionis dan berseteru dengan Hamas (kalau tidak sudi menyebut Palestina).

Semogalah semua ini menyeimbangkan bagasi pengetahuan dan nurani untuk berfikir. Di posisi mana, kita berdiri ? Sekali lagi, bila tidak tergugah untuk menyebut berpihak. Wallahu alam.

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam