DPRD Dorong Pemkab Parimo Bangun KEK Berbasis Pedesaan

  • Whatsapp
Ketua DPRD Parimo, Sayutin Budianto. Foto: Aswadin/PE
adv

PALU EKSPRES, PARIMO– Ketua DPRD Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) Sayutin Budianto mengatakan, beberapa waktu lalu, ia diundang oleh pihak Universitas Negeri Gorontalo (UNG) untuk ikut menyaksikan kesepakatan bersama atas Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) berbasis pedesaan di Provinsi Gorontalo.

Agenda Regional Meeting Kawasan Teluk Tomini di Provinsi Gorontalo menurut Sayutin, UNG dan Menteri PDTT sangat luar biasa dalam mengambil peran untuk kegiatan tersebut.

Bacaan Lainnya

“Nah intinya, saya sebagai ketua DPRD yang sekaligus unsur pihak pemerintah yang berada di kawasan terpanjang Teluk Tomini merasa malu juga,” kata Sayutin di Parigi, Rabu (16/6/2021).

Menurut dia, mestinya selaku pemerintah kabupaten/kota atau provinsi yang terhubung dengan Teluk Tomini harus mengambil peran, minimal kegiatan ini dilaksanakan di Kabupaten Parigi Moutong.

“Tetapi tidak hanya sebatas seremoni. Tapi implementasi untuk kebijakan investasi di pedesaan,” katanya.

Sebab, kata dia, potensi di Teluk Tomini dinilai sangat besar. Walaupun kewenangan wilayah laut itu ada pada pemerintah pusat dan provinsi. Tapi minimal pemerintah kabupaten juga harus mengambil peran untuk hal tersebut.

“Dan isu strategis ini dibangun dan dikaji oleh UNG. Ini sangat luar biasa dan saya salut dengan UNG,” tuturnya.

Ia mengaku, salut dengan UNG, di mana mereka bisa bekerjasama dengan Menteri PDTT untuk membangun kekuatan ekonomi di kawasan Teluk Tomini, dengan kawasan ekonomi khusus yang berbasis pedesaan.

“Sehingga, dari situ kita lihat. Nah apa yang kita akan perbuat di sini nantinya. Makanya, kalau itu kita buat, saya pikir perlu kebijakan Pemerintah Kabupaten Parimo beserta Pemerintah Provinsi Sulteng. Jadi Pemda ini kita dorong untuk membangun KEK berbasis pedesaan seperti Gorontalo,” ujarnya.

Dengan demikian, pihaknya berencana akan bertemu dengan pemerintah provinsi untuk mempertegas atas hasil kegiatan yang mereka ikuti di Provinsi Gorontalo beberapa waktu lalu.

“Setelah pelantikan hari ini, saya berencana dengan komisi III, dan komisi II juga karena ini menyangkut investasi menghadap dengan beliau (Gubernur) guna mempertegas atas hasil dari kegiatan yang kami ikuti di Gorontalo. Dan meminta momen itu yang kita ambil,” ujarnya.

Ia menambahkan, setelah bertemu dengan pemerintah provinsi, pihaknya tinggal memilih momen mana nantinya yang akan diambil dan dilaksanakan.” Kalau kita buat saya harapkan jangan hanya seremoni saja, seperti halnya kegiatan Sail Tomini hanya selesai di seremoni. Tapi tidak ada tindaklanjutnya,” sebut Sayutin.

Karena menurutnya, berbicara masalah industri bukan hanya pada industri besar. Namun, industri kecil juga perlu dibangun, misalnya di pedesaan.” Di desa itu kan banyak potensi yang perlu dikembangkan, seperti lahan persawahan dan perkebunan,” ujarnya. (asw/palu ekspres)

Pos terkait