Kabag Ops: Belum Ditemukan Kelompok Preman Terorganisir di Parimo

  • Whatsapp
Kabag Ops Polres Parimo, AKP Junus Achpa. Foto : ASWADIN/PE
adv

PALU EKSPRES, PARIMO– Kepolisian Resor (Polres) Parigi Moutong (Parimo) membentuk tim penanggulangan segala bentuk aksi premanisme dan pungutan liar (Pungli) di wilayah hukum Polres setempat.
Hal itu dilakukan menyusul adanya instruksi Presiden RI Joko Widodo melalui Kapolri kepada seluruh jajaran.

“Terkait itu kami telah menindaklanjuti dan membentuk tim untuk penanggulangan aksi premanisme dan pungli,” kata Kabag Ops Polres Parimo, AKP Junus Achpa di kantornya, Kamis (17/6/2021).
Berdasarkan Sprint nomor 791 kata Junus, hal itu merupakan perintah Kapolres Parimo yang melibatkan 25 personel yang terdiri dari tim tindak, tim lidik, dan tim sosialisasi atau pembinaan terhadap kelompok masyarakat yang memang selama ini terindikasi sebagai pelaku premanisme di wilayah Parimo dan pelaku-pelaku pungli yang ada.
Menurut dia, untuk wilayah Parigi Moutong sendiri berdasarkan hasil pemetaan oleh pihak intelejen, belum ada kelompok premanisme yang terorganisir. Sebab, di sejumlah pusat perbelanjaan atau keramaian, misalnya di pasar, terminal atau pengelolaan parkir liar kelompok yang dimaksud tak ditemukan.
“Dan bersyukur kelompok itu tidak ada sama kita. Sehingga, kita terbebas dari yang namanya kelompok premanisme yang terorganisir,” ujarnya.
Sehingga, kata dia, wilayah Parigi Moutong bisa dikatakan terbebas dari kelompok premanisme tersebut. Namun, ada yang tergolong premanisme, tetapi sifatnya secara pribadi atau perorangan yang hanya di saat-saat tertentu saja, ia melakukan aksi. Misalnya, pada saat ada kegiatan pesta atau hiburan di kampung biasanya orang-orang tersebut bermunculan.
“Tetapi, kalau kelompok premanisme yang terorganisir, itu belum ada di Parigi Moutong,” terangnya.
Kemudian, untuk penanganan pungutan liar di Parigi Moutong, ia mengaku tim tersebut sudah lama terbentuk dan sudah jalan yakni, Satgas Saber Pungli yang timnya dibentuk mulai dari pusat hingga tingkat kabupaten.
Ia menambahkan, terkait instruksi Presiden RI untuk memberantas segala bentuk aksi premanisme, pihaknya mengimbau kepada masyarakat apabila mengalami tindakan-tindakan kejahatan di jalanan atau premanisme agar tidak segan-segan melaporkanya ke pihak kepolisian. 
“Walau tanpa instruksi itu, kami pihak kepolisian sudah melakukan penindakan-penindakan, baik itu aksi premanisme, pungli-pungli, misalnya di pos-pos terpadu dan tempat pelayanan di instansi pemerintahan. Dan itu tidak luput dari perhatian kami,” ujarnya. (asw/palu ekspr

Pos terkait