Senin, 10 Agustus 2026
Opini  

Melindungi Ketersediaan Pangan

Oleh Ratnawati KJ Saad*

Di tengah ancaman pandemi Covid-19 yang tak kunjung berakhir, negeri ini juga harus fokus pada ketersediaan pangan penduduknya. Kebijakan ketahanan pangan (food security) menjadi kata kunci dalam menghadapi pandemi COVID-19 ini. Sebagai negara dengan penduduk dengan jumlah besar, tentunya ketersediaan pangan menjadi penting dan strategis. Pangan adalah kebutuhan hidup yang paling mutlak, maka ketersediaannya harus selalu tercukupi dengan mutu yang layak, aman dikonsumsi dan dengan harga harus terjangkau oleh semua lapisan masyarakat.
Salah satu hal penting yang harus dijaga adalah bagaimana kontinuitas ketersediaan pangan itu dari tingkat petani. Petani sebagai produsen adalah bagian penting dari sistem kedaulatan pangan di negeri ini. Namun faktanya petani masih belum mendapatkan perhatian yang memadai bila dilihat dari “harapan” hidup sejahtera. Fakta yang lain, bahwa petani juga masih menghadapi berbagai problem dalam budidayanya, menyebabkan kesenjangan antara angka pontesial yang harusnya dicapai dengan angka aktual yang diperoleh. Angka potensial adalah angka hasil suatu komoditas yang dicapai bila komoditas tersebut dibudidayakan dengan persyaratan optimal dan memanfaatkan teknologi, sedangkan angka hasil aktual adalah angka hasil yang dapat dicapai apabila suatu komoditas dibudidayakan oleh petani dalam skala luas. Kesenjangan tersebut salah satunya karena adanya hambatan biologi (biological constraints), dalam hal ini masih tingginya penurunan angka hasil akibat serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT).
OPT adalah hama dalam arti luas (pests) yang terdiri dari tiga organisme yaitu hama dalam arti sempit (seperti serangga, tikus, burung), penyebab penyakit (seperti cendawan, bakteri, nematoda), dan gulma (seperti rerumputan, enceng gondok, alang-alang dan teki). Meskipun ketiga organisme OPT ini dipelajari secara terpisah di bangku-bangku kuliah, namun dalam pengelolaan suatu ekosistem ketiganya berkaitan dan berpadu secara timbal balik dengan komponen biotik dan abiotik lainnya dalam ekosistem tersebut.
Soal kehilangan hasil pangan karena OPT, bukan hal baru, berulang kali terjadi. Kiranya akan terlalu panjang tulisan ini bila disebutkan semua catatan sejarah tentang runtuhnya ketahanan nasional suatu negeri yang dimulai dari kegagalan negeri tersebut dalam mengendalikan serangan OPT. Sekedar memberikan beberapa contoh. Penyakit tanaman yang terhebat yang tercatat dalam sejarah adalah hawar daun kentang yang disebabkan oleh jamur Phytophthora infestans, pada tahun 1844 penyakit tersebut berkembang di Amerika Serikat. Penyakit ini tidak mendapat perhatian dari para petani di Eropa, yang jaraknya lebih kurang 5.000 km dari Amerika Serikat. Pada tahun 1845 penyakit berjangkit di hampir semua pertanaman kentang di Eropa yang meliputi luas jutaan ha. Penyakit ini sedemikian hebat sehingga kebanyakan pertanaman kentang binasa dan tidak menghasilkan. Di Irlandia yang makanan pokok rakyatnya kentang timbul paceklik panjang yang sangat menyedihkan. Sekitar satu juta rakyat Irlandia (seperdelapan dari jumlah penduduk pada waktu itu) mati kelaparan, sedang satu juta lainnya terpaksa merantau ke Negara lain dan sebagian besar menjadi emigrant ke Amerika Serikat dan Canada. Pada tahun 1917 penyakit ini juga membinasakan lebih kurang sepertiga dari pertanaman kentang sebagai penghasil makanan pokok di Jerman (Semangun, 2006). Kejadian tersebut, dalam ilmu penyakit (pytopatologi) dikenal dengan istilah segitiga penyakit yaitu terjadinya kesesuaian tiga komponen antara tanaman (inang), patogen dan lingkungan yang menyebabkan terjadinya outbreak. Di negeri ini tak kala banyak cerita miris petani, gagal panen karena adanya OPT, sebut saja outbreak wereng coklat pada tanaman padi atau penyakit CVPD (Citrus vein phloem degeneration) pada tanaman jeruk.
Dalam upaya melindungi ketersediaan pangan dari serangan OPT, maka diperlukan sistem perlindungan tanaman yang tangguh. Yang dimaksud dengan sistem perlindungan tanaman yang tangguh menurut Triharso (2003) adalah suatu sistem pengelolaan ekosistem pertanian yang berupaya untuk memberikan perlindungan terhadap kehilangan hasil tanaman yang diusahakan akibat serangan hama, timbulnya penyakit dan gangguan gulma sekaligus menghindari terjadinya kerusakan lingkungan hidup. Komponen dari sistem perlindungan tanaman adalah teknologi pengendalian, prasarana dan sarana perlindungan, penentu keputusan dan pelaksana pengendalian..
Mengingat kompleksnya masalah pengendalian OPT, maka tidak mungkin membiarkan petani melakukan upaya pengendalian OPT sendiri. Diperlukan sinergisitas semua pihak untuk mendukung perlindungan tanaman yang tangguh. Oleh karena itu kami di Fakultas pertanian Unisa Palu sudah mengembangkan agens hayati lokal (Trichoderma spp) sebagai cendawan endofit untuk membantu petani dalam memproteksi serangan OPT. Perlindungan tanaman yang memanfaatkan proses pengendalian alami tersebut membatasi penggunaan pestisida yang dapat mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan petani,konsumen dan hasil pertanian.
Akhir kalam, tanpa sistem perlindungan tanaman yang tangguh, maka ketersediaan pangan selalu menjadi ancaman bagi penduduk negeri ini. Tanpa ketersediaan pangan yang memadai maka sulit mewujudkan kedaulatan/kemandirian pangan dan pada akhirnya pemenuhan pangan di negeri ini akan semakin tergantung pada bahan pangan import.Ironi. Semoga bermanfaat.

*Penulis Dosen Fitopatologi Faperta Unisa Palu

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization