Sabtu, 16 Mei 2026
Opini  

Melindungi Ketersediaan Pangan

Oleh Ratnawati KJ Saad*

Di tengah ancaman pandemi Covid-19 yang tak kunjung berakhir, negeri ini juga harus fokus pada ketersediaan pangan penduduknya. Kebijakan ketahanan pangan (food security) menjadi kata kunci dalam menghadapi pandemi COVID-19 ini. Sebagai negara dengan penduduk dengan jumlah besar, tentunya ketersediaan pangan menjadi penting dan strategis. Pangan adalah kebutuhan hidup yang paling mutlak, maka ketersediaannya harus selalu tercukupi dengan mutu yang layak, aman dikonsumsi dan dengan harga harus terjangkau oleh semua lapisan masyarakat.
Salah satu hal penting yang harus dijaga adalah bagaimana kontinuitas ketersediaan pangan itu dari tingkat petani. Petani sebagai produsen adalah bagian penting dari sistem kedaulatan pangan di negeri ini. Namun faktanya petani masih belum mendapatkan perhatian yang memadai bila dilihat dari “harapan” hidup sejahtera. Fakta yang lain, bahwa petani juga masih menghadapi berbagai problem dalam budidayanya, menyebabkan kesenjangan antara angka pontesial yang harusnya dicapai dengan angka aktual yang diperoleh. Angka potensial adalah angka hasil suatu komoditas yang dicapai bila komoditas tersebut dibudidayakan dengan persyaratan optimal dan memanfaatkan teknologi, sedangkan angka hasil aktual adalah angka hasil yang dapat dicapai apabila suatu komoditas dibudidayakan oleh petani dalam skala luas. Kesenjangan tersebut salah satunya karena adanya hambatan biologi (biological constraints), dalam hal ini masih tingginya penurunan angka hasil akibat serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT).
OPT adalah hama dalam arti luas (pests) yang terdiri dari tiga organisme yaitu hama dalam arti sempit (seperti serangga, tikus, burung), penyebab penyakit (seperti cendawan, bakteri, nematoda), dan gulma (seperti rerumputan, enceng gondok, alang-alang dan teki). Meskipun ketiga organisme OPT ini dipelajari secara terpisah di bangku-bangku kuliah, namun dalam pengelolaan suatu ekosistem ketiganya berkaitan dan berpadu secara timbal balik dengan komponen biotik dan abiotik lainnya dalam ekosistem tersebut.
Soal kehilangan hasil pangan karena OPT, bukan hal baru, berulang kali terjadi. Kiranya akan terlalu panjang tulisan ini bila disebutkan semua catatan sejarah tentang runtuhnya ketahanan nasional suatu negeri yang dimulai dari kegagalan negeri tersebut dalam mengendalikan serangan OPT. Sekedar memberikan beberapa contoh. Penyakit tanaman yang terhebat yang tercatat dalam sejarah adalah hawar daun kentang yang disebabkan oleh jamur Phytophthora infestans, pada tahun 1844 penyakit tersebut berkembang di Amerika Serikat. Penyakit ini tidak mendapat perhatian dari para petani di Eropa, yang jaraknya lebih kurang 5.000 km dari Amerika Serikat. Pada tahun 1845 penyakit berjangkit di hampir semua pertanaman kentang di Eropa yang meliputi luas jutaan ha. Penyakit ini sedemikian hebat sehingga kebanyakan pertanaman kentang binasa dan tidak menghasilkan. Di Irlandia yang makanan pokok rakyatnya kentang timbul paceklik panjang yang sangat menyedihkan. Sekitar satu juta rakyat Irlandia (seperdelapan dari jumlah penduduk pada waktu itu) mati kelaparan, sedang satu juta lainnya terpaksa merantau ke Negara lain dan sebagian besar menjadi emigrant ke Amerika Serikat dan Canada. Pada tahun 1917 penyakit ini juga membinasakan lebih kurang sepertiga dari pertanaman kentang sebagai penghasil makanan pokok di Jerman (Semangun, 2006). Kejadian tersebut, dalam ilmu penyakit (pytopatologi) dikenal dengan istilah segitiga penyakit yaitu terjadinya kesesuaian tiga komponen antara tanaman (inang), patogen dan lingkungan yang menyebabkan terjadinya outbreak. Di negeri ini tak kala banyak cerita miris petani, gagal panen karena adanya OPT, sebut saja outbreak wereng coklat pada tanaman padi atau penyakit CVPD (Citrus vein phloem degeneration) pada tanaman jeruk.
Dalam upaya melindungi ketersediaan pangan dari serangan OPT, maka diperlukan sistem perlindungan tanaman yang tangguh. Yang dimaksud dengan sistem perlindungan tanaman yang tangguh menurut Triharso (2003) adalah suatu sistem pengelolaan ekosistem pertanian yang berupaya untuk memberikan perlindungan terhadap kehilangan hasil tanaman yang diusahakan akibat serangan hama, timbulnya penyakit dan gangguan gulma sekaligus menghindari terjadinya kerusakan lingkungan hidup. Komponen dari sistem perlindungan tanaman adalah teknologi pengendalian, prasarana dan sarana perlindungan, penentu keputusan dan pelaksana pengendalian..
Mengingat kompleksnya masalah pengendalian OPT, maka tidak mungkin membiarkan petani melakukan upaya pengendalian OPT sendiri. Diperlukan sinergisitas semua pihak untuk mendukung perlindungan tanaman yang tangguh. Oleh karena itu kami di Fakultas pertanian Unisa Palu sudah mengembangkan agens hayati lokal (Trichoderma spp) sebagai cendawan endofit untuk membantu petani dalam memproteksi serangan OPT. Perlindungan tanaman yang memanfaatkan proses pengendalian alami tersebut membatasi penggunaan pestisida yang dapat mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan petani,konsumen dan hasil pertanian.
Akhir kalam, tanpa sistem perlindungan tanaman yang tangguh, maka ketersediaan pangan selalu menjadi ancaman bagi penduduk negeri ini. Tanpa ketersediaan pangan yang memadai maka sulit mewujudkan kedaulatan/kemandirian pangan dan pada akhirnya pemenuhan pangan di negeri ini akan semakin tergantung pada bahan pangan import.Ironi. Semoga bermanfaat.

*Penulis Dosen Fitopatologi Faperta Unisa Palu

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777

Penyusunan Arah Digital yang Lebih Efisien melalui Kajian Rinci pada Ritme Bermain Akurat
Kebiasaan Pemain Saat Ini Makin Sering Ditelusuri demi Merancang Taktik Main Lebih Efisien dan Terstruktur
Mekanisme Adaptif Gates Of Olympus Perlahan Mengubah Alur Respons dan Memunculkan Formasi Baru yang Lebih Dinamis
Pendekatan Pengendalian Risiko dalam Game Online Viral lewat Pemantauan Skema Kemenangan
Perkembangan Media Sosial Terkini Dinilai Membuat Tampilan Feed Pengguna Majong Ways 2 Kian Beragam
Taktik Bermain Game Online
Sugar Rush
Gameplay Interaktif
Sistem Permainan Modern
Mahjongways Kasino Online
probabilitas game soft
pola Mahjong Ways 2
elemen slot online
interaksi pemain game modern
strategi bermain terukur
Mahjong Wins 3
Starlight Princess 1000 online
pendekatan rasional game
pola slot online
engagement pengguna game online
Strategi Kinerja Game Online Berbasis Statistik yang Memperlihatkan Gameplay Pola RTP Lebih Terukur, Efisien, dan Mudah Dibaca
Inovasi Teknologi Modern Mendorong Penataan Distribusi Probabilitas Game demi Pengalaman Bermain Lebih Berkualitas
Pembacaan Observatif pada Mahjong Digital Memperlihatkan Konsistensi Struktur Sesi dalam Ritme Permainan Modern
Sistem Tumble Progresif Menjadi Acuan Membaca Simbol Kemenangan dan Dinamika Kombo Gameplay Digital
Pemetaan Sosial Pemain Mahjongways Kasino Online melalui Observasi Visual dan Stabilitas Respons Sistem
Keterlibatan Pemain Mahjongways Kasino Online Ditinjau dari Relasi Simbol dan Stabilitas Respons Permainan
Visualisasi Interaksi Mahjongways Kasino Online untuk Menafsirkan Dinamika Simbol serta Respons Permainan Harian
Pemantauan Dinamis Bulan Ini Menghadirkan Pembacaan Baru soal RTP PGSoft dan Gameplay Terukur
Landasan Rasional Mahjong Ways 2 melalui Pengamatan Fase Visual dan Karakter Permainan
Ulasan Mahjong Ways 2 tentang Pergeseran Ritme serta Stabilitas Interaksi Sistem Permainan