Senin, 10 Agustus 2026
Opini  

Perlukah Menunda Pembelajaran Tatap Muka?

Melvina. Foto: Istimewa

Oleh Melvina*

RENCANA pemerintah yang akan melaksanakan pembelajaran tatap muka setelah guru dan tenaga kependidikan selesai divaksinasi Covid-19, sepertinya perlu dipertimbangkan secara matang. Karena berdasarkan data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 total jumlah kasus anak usia sekolah yang terpapar Covid-19 per 17 Juni 2021 mencapai 235.527 kasus. Jumlah ini setara dengan 12,51 persen dari total kasus Covid-19. Jumlah ini sangat besar dibandingkan dengan kasus-kasus yang muncul sebelumnya.

Positivity rate atau tingkat positivitas kasus Covid-19 yang menimpa anak usia sekolah telah menimbulkan kekhawatiran bagi pengelola pendidikan. Apalagi orangtua yang merasa sangat khawatir melepaskan anaknya pergi ke sekolah dalam situasi seperti ini. Namun di sisi lain, para orangtua juga merasa cemas dengan perkembangan kemampuan belajar anaknya. Waktu dan kemampuan orangtua yang terbatas dalam mendampingi anaknya belajar menjadi kendala tersendiri. Sehingga mereka sangat mendambakan pembelajaran tatap muka dapat diwujudkan pada tahun ajaran 2021/2022. Apalagi bagi mereka berada di wilayah aman dengan zona hijau. Tuntutan untuk segera menyelenggarakan pembelajaran tatap muka begitu kuat.

Memperhatikan perkembangan wabah Covi-19 saat ini, tentu menjadi pertanyaan apakah pemerintah perlu menunda pelaksanaan pembelajaran tatap muka atau tetap membuka sekolah sebagaimana rencana semula? Untuk menjawab hal ini, maka ada beberapa pertimbangan yang perlu diperhatikan pemerintah dalam memutuskannya. Pertama kebijakan pembelajaran tatap muka tidak bisa disamakan untuk semua sekolah dan daerah. Harus ada kebijakan yang dibuat berdasarkan kondisi riil di lapangan. Ada kajian yang menguatkan apakah daerah dan sekolah sudah siap untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka. Sehingga, pemerintah bisa saja membolehkan pembelajaran tatap muka di satu daerah dan tidak membolehkan membuka sekolah di daerah yang lain dikarenakan positivity rate yang tinggi.

Pemerintah, pengelola lembaga pendidikan dan orang tua harus hati-hati dalam melaksanakan pembelajaran tatap muka di sekolah. Apabila ditemukan positivity rate suatu daerah di atas 10 persen, maka keputusan menunda pembelajaran tatap muka adalah keputusan yang terbaik. Karena bagaimanapun melindungi anak dari wabah Covid-19 adalah prioritas utama.

Oleh sebab itu, semua unsur pengelola pendidikan dan pemerintah daerah harus bisa mempertimbangkan dengan sebaik-baiknya keputusan yang diambil terkait pembelajaran tatap muka. Kebijakan yang diambil seharusnya berdasarkan kondisi dari masing-masing daerah sebagaimana tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran di masa pandemi Covid-19. Di mana sekolah yang sudah siap untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka diberikan kesempatan oleh pemerintah untuk untuk melaksanakan proses pembelajaran tatap muka.  Tentu saja harus dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Kebijakan menunda pembelajaran tatap muka tanpa memperhatikan kondisi riil dilapangan adalah keputusan yang kurang bijak.  Seharusnyalah keputusan untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka diberikan kepada pemerintah daerah dan sekolah dengan mempertimbangkan kondisi penularan virus di lingkungannya. Karenanya positivity rate nasional yang tinggi tidak bisa dijadikan alasan untuk menutup sekolah yang sudah siap melaksanakan pembelajaran tatap muka.

Kedua, perlu kerjasama yang baik antara pemerintah, pihak sekolah, dengan para orang tua. Bagaimanapun, keputusan untuk mengikuti pembelajaran tatap muka bagi anak tetap mengacu kepada SKB 4 Menteri yang memberikan hak penuh kepada orangtua untuk membolehkan anaknya pergi ke sekolah atau tetap belajar dari rumah.

Ketiga, harus ada evaluasi terhadap sekolah yang akan melaksanakan pembelajaran tatap muka. Apakah segala ketentuan terkait pelaksanaan protokol kesehatan dijalankan dengan baik atau tidak. Jika terjadi kasus Covid-19 di sebuah sekolah yang menyelenggarakan pembelajaran tatap muka, maka proses belajar bisa dihentikan dan dilanjutkan dengan pembelajaran daring kembali.

Keempat, memastikan kesiapan lingkungan sekolah dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka. Kesiapan yang dimaksudkan di sini tidak hanya terkait kondisi kesehatan siswa, lebih dari itu juga harus memperhatikan kondisi kesehatan orangtua siswa dan mobilitas mereka dalam kesehariannya. Begitu juga dengan kesehatan guru dan tenaga kependidikan yang selalu berinteraksi di lingkungan sekolah. Tingginya mobilitas dari semua individu yang berinteraksi di sekolah perlu diwaspadai dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka. Siapapun yang berada di dalam lingkungan sekolah bisa saja menularkan atau tertular. Karenanya kesiapan lingkungan sekolah ini sangatlah penting untuk diperhatikan sebagai bahan pertimbangan dalam menetapkan pelaksanaan pembelajaran tatap muka atau tetap daring.

Oleh sebab itu, seharusnya keputusan untuk tetap melanjutkan pembelajaran tatap muka pada tahun ajaran baru ini tentu harus berdasarkan pertimbangan yang matang dari pemerintah sebagai pengambil kebijakan. Walaupun belajar tatap muka saat ini sangat dibutuhkan para siswa, tetapi dengan kondisi yang sangat rawan terhadap penularan wabah Covid-19, kebijakan untuk tetap melakukan pembelajaran tatap muka bukanlah pilihan yang terbaik. Kecuali bagi daerah zona hijau yang bebas dari Covid-19, pembelajaran bisa dilanjutkan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Semoga pandemi ini segera berakhir dan pembelajaran tatap muka bisa dilaksanakan tanpa harus ada rasa takut dari anak dan orangtua terhadap kesehatannya. Sehingga semua bisa lebih fokus pada peningkatan kualitas belajar.

*Dosen Prodi Pendidikan Bahasa Inggris STKIP PGRI Sumbar

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization