PALU EKSPRES, PARIMO– Kepala Bidang Pemberdayaan Nelayan, Dinas Perikanan Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Yuliana Ngkuno mengatakan, ada sebanyak 12 kelompok nelayan yang tersebar di sembilan kecamatan di Kabupaten Parimo, menerima bantuan hibah peralatan tangkap.
Menurut Yuliana, bantuan tersebut bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) tahun ini. “Sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat nelayan, kami memberikan bantuan kepada mereka yang sebelumnya telah membentuk kelompok,” kata Yuliana di Parigi, Sabtu (3/7/2021).
Kata dia, bantuan itu segera disalurkan pihaknya di tahun ini juga. Adapun bantuan hibah untuk nelayan tersebut, berupa kapal ikan beserta mesin, jaring penangkap ikan, dan fish finder. Ia menjelaskan, fish finder merupakan salah satu alat bantu yang dapat digunakan oleh nelayan guna menentukan lokasi penangkapan ikan agar lebih efektif dan efisien. Bantuan tersebut diberikan ke kelompok nelayan di Kecamatan Parigi, Tinombo Selatan, Tinombo, Sidoan, Tomini, Palasa, Mepanga dan Moutong,” ujarnya.
Menurutnya, kelompok nelayan penerima hibah tersebut, tahun sebelumnya telah mengajukan permohonan bantuan ke Dinas Perikanan. Sebelum ditetapkan, pihaknya terlebih dahulu melakukan verifikasi dan validasi terhadap calon penerima bantuan.
“Penetapan penerima bantuan ini, bukan istilah tiba masa tiba akal. Tapi kami lakukan verifikasi terlebih dahulu, kemudian telah diusulkan dari tahun lalu,” jelas Yuliana.
Pihaknya menekankan kelompok penerima bantuan hibah, dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Sebab, tim pemeriksa yang akan melakukan pemeriksaan realisasi penyaluran bantuan, akan mengecek berdasarkan titik koordinat.
Lanjut dia mengatakan, tahun sebelumnya kelompok penerima bantuan diberikan paket lengkap peralatan tangkap, mulai dari kapal ikan beserta mesin hingga jaring. Bahkan, kapal ikan yang diberikan berjumlah lima unit untuk masing-masing kelompok.
Hal itu bertujuan, agar bantuan hibah yang diberikan dimanfaatkan dan tidak diperjualbelikan seperti yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya. “Jadi tidak ada lagi yang beralasan, Dinas Perikanan hanya berikan bantuan kapal, tapi tidak ada mesin atau alat tangkap, makanya dijual,” ungkapnya.
Begitupun halnya dengan bantuan kapal, jika diberikan hanya satu unit kadang alasan mereka jumlah anggota 10 orang, tapi kapal bantuan hanya satu. Olehnya, ia berharap bantuan hibah tersebut dapat memberdayakan masyarakat pesisir, khususnya nelayan. Sehingga dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan mereka. (asw/palu ekspres)






