Sabtu, 4 April 2026
Daerah  

Penyergapan di Pegunungan Tokasa Parimo, Sulteng, Dua Teroris Poso Tewas

Pengejaran Kelompok MIT Poso. Foto: Istimewa

PALU EKSPRES, POSO- Dua orang kelompok teroris Poso dipastikan tewas dalam penyergapan oleh prajurit Koopsgassus Tricakti, Minggu (17/7/2021), di Pegunungan Tokasa, Dusun Tanah Lanto, Kecamatan Torue, Kabupaten Parimo, Sulawesi Tengah (Sulteng).

Panglima Komando Operasi Gabungan Khusus (Koopsgabssus) Tricakti Mayjen TNI Richard T.H. Tampubolon SH, MM, yang dihubungi melalui saluran telpon, Minggu (11/7/2021), membenarkan informasi tersebut.

Menurutnya, berdasarkan laporan yang diterima, Tim Tricakti yang dipimpin Lettu Inf David Manurung yang berasal dari satuan Kopassus, unit kecil kekuatan 5 orang,  berhasil mendekati camp kelompok MIT yang posisinya di medan sulit serta hutan lebat.

“Penyergapan ini setelah dengan sabar serta cermat mengendus bekas-bekas jejak yang ditinggalkan kelompok MIT sejak tanggal 7 Juli 2021 yang lalu,” ujarnya.

Berdasarkan laporan  lanjutnya, Tim Tricakti berhasil mendekati Camp kelompok MIT secara senyap dan kerahasiaan tinggi, merayap ke sasaran sejak pukul 22.00 WITA tadi malam Sabtu (10/7/2021), hingga subuh hari ini, Minggu (11/7/2021). Dan,  akhirnya pada jarak sekitar 5 meter dari posisi camp terlihat samar dalam kegelapan ada beberapa orang kelompok MIT sedang istirahat.

Setelah diyakini bahwa benar mereka adalah anggota teroris MIT, Dantim Tricakti 2 Lettu Inf David Manurung langsung memberikan perintah untuk membuka tembakan guna melumpuhkan kelompok MIT tersebut.

Pangkoopsgabsus Tricakti Mayjen Richard, meyakini dalam peristiwa penyergapan pagi tadi,  ada sekitar lima orang kelompok teroris MIT sedang beristirahat.  Dengan tewasnya dua orang tersebut diduga ada juga yang melarikan diri.

Mayjen Richard meyakini ada yang terluka dari tiga orang yang melarikan diri di tengah kegelapan di hutan lebat tersebut.  Hal ini diyakini dari bekas ceceran darah yang pagi ini terlihat di sekitar  tempat kejadian perkara.

“Mohon doanya buat Tim yang di lapangan yang saat ini masih terus berupaya keras melaksanakan pembersihan dan pengejaran,” tutup Mayjen Richard. (***/kia/palu ekspres)