Guru SMP Al-Azhar Mandiri Palu Pemenang Seleksi Nasional 1000 Guru Cipta Puisi

  • Whatsapp
Irwan SPd. Foto: Istimewa

PALU EKSPRES, PALU– Prestasi yang ditorehkan SMP Al-Azhar Mandiri Palu bukan hanya berasal dari para siswanya. Guru di sekolah yang dipimpin oleh Drs. Abdul Basit MPd itu juga banyak mengukir prestasi di ajang lomba.
Misalnya, di ajang seleksi nasional Cipta Puisi Guru yang dilaksanakan oleh Forum Indonesia Menulis pada bulan Juni 2021, salah seorang guru SMP Al-Azhar Mandiri Palu atas nama Irwan SPd dinyatakan sebagai pemenang.
Di ajang lomba yang mengambil tema 76 Tahun Indonesia Merdeka “Pendidikan dan Kemerdekaan yang bertujuan mencari 1000 Guru Menulis Puisi itu, guru Bahasa Indonesia SMP Al-Azhar Mandiri Palu itu bisa menunjukkan eksistensinya ditingkat nasional dengan mengalahkan ribuan guru dari berbagai daerah di Indonesia.
Tapak Kaki sang Pengais Mungil adalah judul puisi yang ditulis putra kelahiran Poso 33 tahun silam, tepatnya pada tanggal 14 September 1988 itu, pada Seleksi Cipta Puisi Guru tingkat nasional.
Sebagai seorang guru, putra dari pasangan Harimat Mustapa dan Emilina Lamanongko itu juga telah membawa siswa SMP Al-Azhar Mandiri Palu mewakili Sulteng dalam Lomba Festival Literasi Siswa Nasional di Jakarta di bidang menulis pantun dan berpantun.
“Dalam lomba tersebut kami berhasil masuk 10 besar nasional,” kata Irwan yang memiliki hobi fotografi, menonton film, bernyanyi, menulis puisi dan bermain futsal itu.
Irwan yang akrab dipanggil Ian oleh rekan-rekannya itu, sebelum melanjutkan kuliahnya di Untad, merupakan siswa SMA Negeri 3 Poso dan aktif di berbagai kegiatan ekstrakulikuler. Salah satunya adalah teater sekolah dan menjadi pengurus OSIS di bidang kesenian.
Setelah lulus dari SMA Negeri 3 Poso, Ian melanjutkan pendidikannya di Universitas Tadulako (Untad) Palu dengan mengambil jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, Program Studi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah.
Pada masa kuliah, tepatnya di awal perkuliahan, ia bergabung dengan kelompok theater program studi bernama Sangga Sanggar Seni Bahana dan mengasah kemampuan menjadi seorang aktor dan belajar bermain musik.
Kemudian pada 2007, Irwan bergabung pada sebuah lembaga serta menjadi salah satu perintis di Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Silo Langi FKIP Untad. Untuk belajar menjadi seorang penulis berita dan reporter, Irwan yang sempat menamatkan pendidikan SD di Kabupaten Parimo karena kerusuhan Poso 1998-1999, terpilih menjadi ketua LPM Silo Langi pada 2008 hingga 2010. Selanjutnya, pada 2010 sempat magang menjadi seorang wartawan di Media Alkhairaat Palu.
Adapun karya puisi yang berhasil membawa Guru SMP Al-Azhar Mandiri Palu itu keluar sebagai pemenang di ajang seleksi nasional 1000 Cipta Puisi Guru adalah sebagai berikut;

Bacaan Lainnya

Tapak Kaki sang Pengais Mungil

Malam perlahan mulai mendung rinai hujan mulai membasahi jalanan.
Ramai sorot lampu kendaraan menerangi sudut kota yang mulai basah.
Dari kejauhan terlihat gerobak kayu lusuh berjalan perlahan
Mengarungi ramainya kota.
Bayangan kecil sang pengais mungil sambil memegang baju sang ayah
Yang robek di pundaknya.
Perlahan-lahan melangkahkan kaki mungilnya menyusiri pinggiran kota.
Senyum mungil yang syahdu seakan tak menghentikan pandangannya
Yang tajam melirik gelas bekas yang berserakan di jalanan.
Menurutnya itu adalah rejeki mereka malam itu.
Satu persatu gelas bekas dipungutnya sembari tersenyum memasukan ke dalam
Gerobak lusuh milik ayahnya.
76 tahun Indonesia merdeka tetapi itu tak berarti bagi sang pengais mungil.
Yang dipahaminya kata kemerdekan hanyalah sebuah kata-kata .
Jaket mungilnya yang lusuh selalu menghangatkan badannya dari terpaan rinai hujan
Dan angin malam.
Ia terus berjalan sambil melihat kiri dan kanan memastikan rejeki mereka telah ia
Masukan ke dalam gerobak lusuh.
Perlahan bayangan gadis kecil dan langkah kaki sang pengais mungil tak terlihat lagi.
Tenggelam oleh pekatnya malam.
***

Pos terkait