PALUEKSPRES,PALU- Gubernur Sulawesi Tengah H. Rusdy Mastura, memastikan pelaksanaan kebijakan Wali Kota Palu Hadianto Rasyid atas pemberlakuan Lock Mikro Efektif di Perumahan Dosen Kelurahan Tondo berjalan baik.
Hal itu dipastikan Gubernur setelah pada Rabu, 18 Agustus 2021 mengundang Wali Kota Palu yang dihadiri Wakil Wali Kota,dr.Renny Lamadjido,
Rektor Untad diwakili Rektor Bidang Akademik, Dr.Lukman, M.Hum dan Kadis Kesehatan dr. Ikomang Adi Sujendra guna memastikan Kebijakan Wali Kota tersebut berjalan baik.
Wakil Wali Kota Palu, dr. Renny Lamadjido, menyampaikan bahwa tinggi masyarakat yang terkonfirmasi covid di perumahan Dosen dan angka kematian dari jumlah orang terkonfirmasi sebesar 30prosen seperti siaran pers Pustadina Covid-19 Sulteng yang diterima Palu Ekspres, Rabu.
Selanjutnya setelah dilakukan tresing dan testing kepada masyarakat dari 65 orang yang dilakukan Swab Antigen ditemukan 8 orang yang positif. Menurut Wakil Walikota kebijakan ini dilakukan hanya untuk malam hari. Pagi sampai sore masyarakat masih bisa keluar dan masuk dengan pemeriksaan protokol kesehatan.
Wakil Wali kota juga menjelaskan bahwa bahwa untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat Pemerintah Kota Palu sudah membuka dapur umum di daerah tersebut untuk 1.000 orang.
Sementara itu,Wakil Rektor Untad, Dr Lukman M.Hum, menyampaikan harapannya bahwa pelaksanaan kegiatan ini benar-benar memberikan perlindungan kepada masyarakat. Lukman juga menyampaikan harapan masyarakat pemerintah dapat memberikan bantuan sembako. Dia juga menjelaskan tentang proses perkuliahan juga sudah dilakukan secara daring.
Pada kesempatan itu, Gubernur meminta kepada Pemkot Palu, kebijakan itu adalah kebijakan perlindungan masyarakat kota Palu. Dia juga mengingatkan bahwa karena kebijakan tersebut Pemerintah harus hadir untuk memberikan dukungan kebutuhan kepada masyarakat.
“Saya menerima laporan dari Kadis Sosial sudah membuka dapur Umum dengan menyediakan makan untuk 1.000 orang, saya berharap juga agar bisa dilakukan distribusi beras Kepada Masyarakat,” ujar Gubernur Rusdy Mastura.
Gubernur juga berharap masyarakat lebih patuh lagi terhadap protokol kesehatan. “Kalau masyarakat lebih patuh untuk menjaga diri dan menjaga keluarga pasti kita bisa cepat keluar dari pendemi ini,”harapnya.
Gubernur juga meminta masyarakat agar mendukung Program Vaksin. Sebab kata dia, orang yang sudah divaksin beda daya tahan tubuhnya dengan orang yang belum di vaksin. Untuk itu saya minta supaya masyarakat lebih sadar dan mau segera divaksin.
Gubernur juga meminta Bupati dan Walikota se-Sulteng terus mengambil kebijakan yang mengurangi mobilitas masyarakat, mengimbau masyarakat agar terus patuh terhadap protokol kesehatan. Sebab kata dia, kebijakan akan memberikan dampak perlindungan kepada masyarakat.
Sebelumnya Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid menerapkanlock micro efektif di Perumahan Dosen (Perdos) Universitas Tadulako (Untad) Palu, melalui surat edaran nomor:443/2822/HUKUM/2021, pada Senin 16 Agustus 2021.
Dalam lock micro efektif ini, Pemkot memberlakukan buka tutup akses masuk ke Perdos Untad di Kelurahan Tondo Kecamatan Mantikulore ini.
Hasil peninjauan ditemukan 11 pintu yang menjadi akses masuk pemukiman tersebut. Seluruh akses ini dijaga aparat gabungan mulai pukul 19.00 WITA sampai pukul 06.00 WITA dini hari.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Palu, Trisno menjelaskan pihaknya menerjunkan sebanyak 30 personil Satpol PP. Penjagaan akses masuk pada saat tutup ini menurutnya juga akan dibantu aparat TNI dan Polri.
Dinas Sosial Palu, sendiri menyediakan dapur umum. Dinsos Palu mendapat dukungan Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) dalam penyiapan dapur umum tersebut. Baik Pemkot Palu maupun Pemprov Sulteng menyatakan telah makanan untuk 1000 orang dua kali sehari selama lock micro efektif ini.
Wali Kota Palu Hadianto mengatakan, akan mengevaluasi kembali kebijakan tersebut dalam dua atau tiga hari. “Kita berharap Insya Allah dalam sepekan kita bisa terjadi penanganan yang baik,”katanya.
Lock micro efektif ini diharapkan pula bisa menjadi langkah konkret untuk menekan penyebaran Covid-19 hingga nol kasus. Kalau ini berhasil, maka wilayah lain akan menyusul dengan pola yang sama,”jelasnya.
Tentang wilayah Perdos Untad Palu, menurut wali kota menilai kebijakan lock micro efektif ini sesungguhnya untuk menjaga orang-orang dengan usia rentan.”Ini mohon maaf, sesungguhnya yang rentan adalah orang tua kita. Contohnya orang tua kita para dosen dengan rata-rata usia rentan,”pungkas wali kota. (aaa/pe)






