GUBERNUR Rusdy Mastura pekan kemarin mengeluarkan Surat Keputusan tentang Penunjukan Tenaga Ahli Gubernur.Sejumlah nama dan bidang penugasan serta Kepala Sekretariat Tenaga Ahli Gubernur lengkap di surat keputusan itu.
Tujuh nama yang ditunjuk itu, diyakini telah mendapat garansi dari Gubernur Rusdy, bahwa Gubernur Sulteng tak salah memilih orang di tepat di tempat yang sesuai spesifikasi keahliannya. Saya yakin 2,9 juta rakyat Sulteng juga berharap seperti itu.
Untuk itu kita berharap hal-hal yang sederhana kepada semua Tenaga Ahli tersebut. Melalui mereka akan memudahkan kerja gubernur dalam menggerakkan roda semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam mempercepat pencapaian Visi Pemerintah Provinsi Sulteng.
Kita juga berharap kepada semua Tenaga Ahli agar bekerja tidak kontra produktif dengan bidang keahlian dalam penugasannya. Tenaga Ahli itu bukan pembisik yang akan “merusak” persepsi gubernur kepada seseorang, tapi pemberi solusi dari banyaknya permasalahan yang butuh jawaban cepat dan tepat.
Para Tenaga Ahli itu juga diharapkan bekerja secara profesional, sensitif dalam menangkap permasalahan maupun kritik yang disampaikan oleh publik. Bukan sibuk menangkis – seperti yang kita lihat di TV-TV nasional itu lho– pandangan kritis masyarakat Sulteng.
Kerja gubernur dan wakil gubernur rasanya sangat singkat. Dalam periode pertama ini hanya sampai 2024. Tak salah jika Gubernur Rusdy menetapkan Visi: Gerak Cepat Menuju Sulteng Lebih Sejahtera dan Lebih Maju.
Untuk mencapai visi gerak cepat itu, diperlukan kerja-kerja kreatif yang “out of the box”. Kerja seperti itu tepat dilakukan oleh para Tenaga Ahli dan Kepala Sekretariat Tenaga Ahli karena tak berada dalam struktur organisasi birokrasi yang kadang kaku, sepanjang tak menyimpang dari aturan. Saya tau persis, kerja yang “out of the box” itu sukses menghantarkan Rusdy Mastura dalam memimpin dua periode Walikota Palu.
Dengan waktu kerjanya singkat, para Tenaga Ahli itu diharapkan akan membantu gubernur dalam meretas kebuntuan dan kelambanan birokrasi dalam merespon dan menjawab serta mengelola isu-isu strategis di Sulteng. Termasuk pengendalian program-program prioritas dan komunikasi politik yang produktif, agar masyarakat Sulteng lebih sejahtera dan lebih maju.
Melalui para Tenaga Ahi itu, mesin birokrasi akan makin gesit dalam mengelola dan menjawab isu-isu strategis di Sulteng. Satu diantara isu strategis itu yang butuh penanganan cepat adalah, adanya disparitas sejumlah indikator ekonomi yang terlihat dari kinerja pertumbuhan pembangunan antar kota dan kabupaten yang timpang.
Selamat bekerja para Tenaga Ahli Gubernur. Kita tunggu solusi dan gebrakan anda untuk gerak cepat menuju Sulteng lebih sejahtera dan lebih maju.
(Tasrif Siara, Praktisi Media Komunikasi Publik)






