Senin, 18 Mei 2026
Opini  

Fraud Akademik dan Pendidikan Anti Korupsi

Oleh Kasman Jaya Saad (Dosen Universitas Alkhairaat Palu)

MINGGU lalu, tepatnya tanggal 18-19 Agustus 2021, secara daring saya mengikuti kegiatan Training of Trainer (ToT) seri ke IV bagi dosen atau calon dosen pengampu mata kuliah pendidikan anti korupsi di perguruan tinggi, yang diselenggarakan oleh Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK). Kegiatan yang sungguh bermanfaat dan menarik karena materi dibuat sistematis dari narasumber yang mumpuni terkait dengan maksud TOT itu. 

Direktur Jejaring Pendidikan KPK, Aida Ratna Zulaiha yang membuka kegiatan tersebut mengingatkan pendidikan antikorupsi di Perguruan Tinggi (PT) merupakan proses pembelajaran dan pembentukan perilaku yang berkaitan dengan pencegahan perilaku koruptif dan tindak pidana korupsi. Kata pembentukan perilaku menjadi entri poin dari tulisan ini.

Upaya pembentukan perilaku tidak boleh semata aspek kognitif, namun juga perlu aspek afektif (penanaman nilai/moral) dan psikomotorik (keteladanan dalam berperilaku). Aspek kognitif terkait dengan pengetahuan terminologi korupsi dengan berbagai varian sebab dan tindak pidana yang akan menjerat, akan mudah dituturkan, namun bagaimana dengan sistem pendidikan kita di PT, dan perilaku tenaga pendidiknya

Pertanyaan ini mengingatkan saya dengan hasil penelitian seorang kawan terkait fraud (kecurangan) akademik tenaga pendidik di perguruan tinggi. Penelitian yang mengambil sampel di salah satu wilayah layanan pendidikan tinggi, menemukan fakta menarik tentang perilaku fraud tenaga pendidik yang tentu saja tidak memberi contoh yang baik bagi pembentukan perilaku anti korupsi sebagaimana yang diharapkan dari TOT . Berdasarkan uji validitas (product Moment) dan reliabilitas (Spearman-Brown) yang dilakukan dengan tingkat keyakinan 95% (α =0,05) disebutkan beberapa prilaku fraud tenaga pendidik itu adalah; 1. Menjanjikan kelulusan ujian skripsi dengan membayar sejumlah dana 2. Menerima uang dari mahasiswa untuk mendapatkan nilai yang tidak memenuhi standar 3. Memberikan nilai rendah pada mahasiswa yang memenuhi standar dengan rekomendasi bimbingan 4. Membuat karya tulis (skripsi) dengan modus jasa konsultasi dengan tarif tertentu 5. Tidak mengajar sesuai dengan RPS 6. Tidak melaksanakan pengawasan  ujian sebagai kewajibannya dan 7. Berkolusi dengan mahasiswa untuk mengubah nilai dengan bayaran tertentu.

Bentuk-bentuk fraud atau kecurangan akademik itu yang dilakukan tenaga pendidik tersebut, boleh jadi masih banyak varianya, namun temuan itu sudah  cukup mencengangkan. Lantas bagaimana 9 nilai-nilai anti korupsi itu bisa diimplementasikan pada mahasiswa bila perilaku tenaga pendidik dipenuhi fraud,dipenuhi kecurangan.  Sulit mengharapkan lantai bersih dari sapu yang kotor.

Kehadiran tenaga pendidik yang dipenuhi nilai-nilai kebaikan adalah jaminan pendidikan anti korupsi dapat membentuk perilaku yang anti korupsi. Tenaga pendidik bukan hanya dituntut piawai mentransfer knowledge tetapi juga piawai mentransfer value. Dengan demikian pendidikan dapat menjadi helper bagi lahirnya perilaku anti korupsi. PT adalah aset bangsa yang di dalamnya bukan hanya terjadi pergumulan ilmu pengetahuan secara  profesional  namun juga  perilaku etis yang tinggi. Artinya PT bukan hanya diharapkan mencetak sumber daya manusia yang unggul namun juga terbangun etika akademik yang penuh kejujuran, keterbukaan dan objektivitas.

Dan yang terpenting bagaimana sebagai pendidik menjadi  role model bagi mahasiswa. Role model dapat diartikan sebagai panutan  atau dalam kamus besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai teladan yaitu  sesuatu yang patut ditiru atau baik untuk dicontoh (tentang kelakuhan, perbuatan, sifat, dan sebagainya) dari seseorang. Maka untuk menjadi role model, sebagai pendidik harus mempertontonkan peran dan fungsinya dengan benar, jauh perilaku fraud. Tetap istiqomah dalam kata dan perbuatan. Menjadikan  kejujuran dan ucapan yang benar sebagai pagar kehidupan. Dan sebagai pendidik tak boleh kompromi bila ada sesuatu tak sesuai aturan. Harus bersikap tegas dalam kata, teguh dalam perbuatan, dan teguh dalam komitmen. Tidak berpikir jalan pintas (shortcut) untuk mencapai sesuatu dan itu sebab tak mengambil sesuatu yang bukan haknya.

Ketika nilai-nilai kebaikan itu dicerminkan dalam sikap dan perilaku keseharian para pendidik, terlebih yang diberi tanggung jawab mengampu mata kuliah anti korupsi,  maka tentu akan sangat efektif dalam  pembentukan perilaku anti korupsi.  Perilaku anak didik atau mahasiswa, ditentukan  oleh sistem besar dalam sistem pendidikan di PT yang ada. Jika nilai-nilai integritas atau kejujuran dalam sistem besar itu misalnya menjadi budaya, maka mahasiswa  akan melakukan hal yang sama. Hukum keteladanan (role modeling) adalah hukum alam yang universal.  Semoga bermakna dan terus berbenah untuk negeri bebas korupsi. Merdeka!!!

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777

Penyusunan Arah Digital yang Lebih Efisien melalui Kajian Rinci pada Ritme Bermain Akurat
Kebiasaan Pemain Saat Ini Makin Sering Ditelusuri demi Merancang Taktik Main Lebih Efisien dan Terstruktur
Mekanisme Adaptif Gates Of Olympus Perlahan Mengubah Alur Respons dan Memunculkan Formasi Baru yang Lebih Dinamis
Pendekatan Pengendalian Risiko dalam Game Online Viral lewat Pemantauan Skema Kemenangan
Perkembangan Media Sosial Terkini Dinilai Membuat Tampilan Feed Pengguna Majong Ways 2 Kian Beragam
Taktik Bermain Game Online
Sugar Rush
Gameplay Interaktif
Sistem Permainan Modern
Mahjongways Kasino Online
probabilitas game soft
pola Mahjong Ways 2
elemen slot online
interaksi pemain game modern
strategi bermain terukur
Mahjong Wins 3
Starlight Princess 1000 online
pendekatan rasional game
pola slot online
engagement pengguna game online
Strategi Kinerja Game Online Berbasis Statistik yang Memperlihatkan Gameplay Pola RTP Lebih Terukur, Efisien, dan Mudah Dibaca
Inovasi Teknologi Modern Mendorong Penataan Distribusi Probabilitas Game demi Pengalaman Bermain Lebih Berkualitas
Pembacaan Observatif pada Mahjong Digital Memperlihatkan Konsistensi Struktur Sesi dalam Ritme Permainan Modern
Sistem Tumble Progresif Menjadi Acuan Membaca Simbol Kemenangan dan Dinamika Kombo Gameplay Digital
Pemetaan Sosial Pemain Mahjongways Kasino Online melalui Observasi Visual dan Stabilitas Respons Sistem
Keterlibatan Pemain Mahjongways Kasino Online Ditinjau dari Relasi Simbol dan Stabilitas Respons Permainan
Visualisasi Interaksi Mahjongways Kasino Online untuk Menafsirkan Dinamika Simbol serta Respons Permainan Harian
Pemantauan Dinamis Bulan Ini Menghadirkan Pembacaan Baru soal RTP PGSoft dan Gameplay Terukur
Landasan Rasional Mahjong Ways 2 melalui Pengamatan Fase Visual dan Karakter Permainan
Ulasan Mahjong Ways 2 tentang Pergeseran Ritme serta Stabilitas Interaksi Sistem Permainan
Kajian Ritme dan Sebaran Aktivitas dari Evaluasi Sesi Pemula Mahjongways di Kasino Online
Standarisasi Operasional Kasino Online melalui Pemantauan Intensif Pergerakan RTP PGSoft Mingguan per User
Standarisasi Operasional Kasino Online lewat Kontrol Terukur terhadap Dinamika RTP Mingguan User
Bagaimana Strategi Adaptif Mahjongways Kasino Online Merespons Perkembangan AI di Industri
Modernisasi Algoritma Permainan Live RTP PGSOFT melalui Integrasi Teknologi AI
Analisis RTP PGSoft Berbasis Kalkulus Probabilis dalam Kerangka Konfigurasi Matematik Berakurasi Tinggi
Mahjong Ways 2 Kasino Online Tunjukkan Indikasi Stabilitas Ketika Pola Berulang Mulai Terbaca
Distribusi Data Nonlinear dalam Sistem Analitik Adaptif pada Gates of Olympus Super Scatter
Telaah Mendalam RTP dengan Kalkulus Probabilis dan Rancangan Konfigurasi Matematik Berpresisi Tinggi
Membaca Sosiometri Pemain Mahjongways Kasino Online melalui Pengamatan Visual dan Stabilitas Sistem