Saat Mendengar Kontak Tembak, Petani Desa Astina Bergegas Tinggalkan Kebunnya

  • Whatsapp

PALUEKSPRES, PARIMO – Kepala Desa Astina Kecamatan Torue Kabupaten Parigi Moutong, (Parimo), I Gusti Astawa mengatakan, pascabaku tembak di wilayah pegunungan Desa Astina, warga setempat membatasi aktivitasnya di kebun.
“Mereka hanya beraktivits di daerah terbuka saja,” kata I Gusti Astawa saat dihubungi wartawan di Parigi, Minggu (19/9/2021).
Menurut dia, warga di desa itu tetap saja melakukan aktivitasnya seperti biasa di kebun maupun di sawah namun aktivitasnya mereka batasi.
Karena, lokasi kontak tembak antara kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso itu, hanya berjarak sekitar 500 meter dari tempat mereka beraktivitas, baik petani sawah maupun kebun.
Dia mengatakan, saat kejadian itu warga setempat yang sedang beraktivitas di sawah sempat mendengar suara letusan yang tidak jauh dari tempat mereka bekerja.
Sehingga, warga yang mendengar suara letusan itu langsung bergegas meninggalkan pekerjaanya dan kembali ke rumah masing-masing.
“Hanya sebagian saja warga yang memiih untuk tidak beraktivitas di kebun. Sebab, lokasinya di lereng gunung yang merupakan lokasi kontak tembak,” jelasnya.
Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di kebun maupun di sawah. ” Memang ada warga kami berkebun di lereng gunung. Tapi setelah kejadian mereka memutuskan untuk sementara tidak ke kebun,” ujarnya.
Kemudian, jika ada hal-hal yang mencurigakan kata dia, warga diminta untuk segera melaporkan kepada pemerintah desa setempat, sembari menunggu situasi stabil seperti sebelumnya.
Ia berharap, agar masyarakat tetap tenang dan bersabar serta tidak panik. “Saya harap kepada warga untuk tetap tenang, jangan panik, dan tetap berkoordinasi dengan kami,” ujarnya. (asw/palu ekspres)

Pos terkait