Vaksin Covid-19 Dosis 1 Palu Tembus 129.246 Jiwa

  • Whatsapp
Ketua Tim Surveylance Covid-19 Palu dr Rochmat/foto: dokumen

PALUEKSPRES,PALU- Pemberian vaksin Covid-19 dosis pertama di Kota Palu sudah menembus angka 129.246 jiwa. Ini terealisasi pada 84,68persen dari total target sasaran vaksin sebanyak 265,498 jiwa.

Demikian Ketua Tim Surveylance Covid-19 Palu dr Rochmat dalam rapat evaluasi penanganan Covid-19 tingkat Kota Palu, Selasa 21 September 2021 di Kantor Wali Kota Palu.

Bacaan Lainnya

Namun penyuntikan vaksin untuk dosis kedua baru mencapai angka sebanyak 84.318 jiwa atau 31,91persen.

Menurutnya, capaian realisasi vaksinasi di Kota Palu termasuk capaian yang tinggi dari daerah lain. Hal itu jelasnya berkat banyaknya institusi yang melakukan pemberian vaksin tersebut.

“Vaksinasi di Palu memang dilakukan secara masif jajaran TNI dan Polri. Begitu juga Puskesmas membuka pelayanan vaksinasi gratis yang sedang berjalan saat ini,”kata dr Rochmat.

Dia menambahkan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu saat ini juga tengah mendorong pemberian vaksinasi kelompok pelajar.

“Jika vaksinasi kelompok pelajar sudah mencapai 70perse, maka kita harap ini sudah bisa mengantisipasi penularan Covid-19,”paparnya.

Dibagian lain dr Rochmat mengutarakan bahwa Bed Occupancy Rate (BOR) atau keterisian tempat tempat tidur pasien Covid-19 di rumah sakit sudah berada pada 15,86persen per Senin 20 September 2021.

“Itupun sebenarnya masih terhitung dari kasus daerah penyangga seperti Kabupaten Sigi dan Donggala,”tandasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Palu, Denny Taufan menjelaskan, pasca penetapan PPKM Palu ke level 3, pihaknya akan kembali memaksimalkan fungsi organisasi di tingkat kelurahan dan kecamatan.

Misalnya fungsi Puskesmas dan Satgas Covid-19 tingkat kelurahan. Pihaknya akan mendorong perangkat-perangkat ini untuk menguatkan edukasi tentang Covid-19.

“Umumnya yang terpapar Covid-19 adalah mereka dengan daya tahan tubuh yang lemah. Maka edukasinya bagaimana meningkatkan daya tahan tubuh,”jelasnya

Selain itu fungsi organisasi ditingkat kelurahan juga harus mampu mendeteksi secara dini warga yang terpapar Covid-19 agar langkah-langkah penanganan juga bisa berjalan cepat.

“Dengan upaya-upaya demikian, semoga kita bisa mempertahankan status PPKM level 4 dan berharap bisa turun lagi ke PPKM level 2,”pungkasnya. (mdi)

Pos terkait