Sabtu, 8 Agustus 2026
Palu  

Doa Lintas Agama, Warnai Peringatan Bencana 28 September di Palu

TABUR BUNGA - Warga melakukan tabur bunga di bawa foto korban gempa liquefaksi di BTN Patobo, Selasa 28 September 2021. Foto: Kia/PE


PALU EKSPRES, PALU – Peringatan bencana gempa bumi dan liquefaksi di BTN Petobo, berjalan khidmat. Ratusan umat yang beragama Islam, Kristen dan Hindu sejak sore sudah berada di tempat ibadah masing-masing. Mereka bersiap melakukan ibadah sesuai kebercayaan masing-masing. Sebelum ibadah peringatan bencana didahului dengan tabur bunga oleh tiga pemuka agama masing-masing, yang diikuti dengan warga umum.

Sekretaris panitia, peringatan tiga bencana BTN Petobo, Tanwir mengatakan, kegiatan tersebut diiniasi oleh warga BTN Petobo dimaksudkan untuk memeringati wafatnya warga BTN Petobo akibat gempa bumi dan liquefaksi 28 September 2021. Sedikitnya 27 warga Petobo menjadi korban dalam peristiwa tersebut.

Para korban tersebut, sebagian besar meninggal karena liquefaksi di Petobo. Sisanya ada yang meninggal di Pantai Talise. Dan seorang lagi tidak diketahui identiasnya.

Lebih jauh Tanwir mengatakan, peringatan tersebut sebagai bukti toleransi antar umat beragama yang begitu kuat di kalangan warga BTN Petobo. Bukti tleransi itu, setidaknya bisa terlihat dari kerjasama yang kuat hingga terselenggaranya kegiatan tersebut. ”Ritual ibadah Kristen dan Hindu dilakukan berdampingan hanya berjarak dua meter,” terang Tanwir, Selasa 28 September 2021

Anggota Jemaat Kibait Palu, Elisa (29) usai ibadah mengatakan, kerabatnya di BTN Petobo menjadi korban liquefaksi saat hari naas itu. Kedatangannnya kali ini, adalah kali kedua, sethaun yang lalu ia hadir pada peringatan serupa.

Ahmad Arif (31) mengaku kerabatnya termasuk salah satu yang nenjadi korban dalam peristiwa tersebut. Tiga tahun berlalu, ia seperti masih tak percaya sepupunya pergi meninggalkan mereka dengan cara seperti itu. ”Tidak percaya saja dia sudah meninggal. kalau umur panjang dia sudah mahasiswa sekarang,” katanya mengenang.

Peringatan tiga tahun bencana diakhiri dengan renungan bersama yang dipimpin oleh tiga rohaniawan dan dihadiri oleh pemeluk agama masing-masing. (kia/palu ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital