Jumat, 15 Mei 2026
Daerah  

Tsunami Senyap Bisa Terjadi Tiba-Tiba di Teluk Palu, Ini Pemicunya

Drs Abdullah, MT. Foto: Istimewa

PALUEKSPRES, PALU- Dua pengamat kebencanaan mengatakan gempabumi dengan magnitudo besar seperti yang terjadi pada 28 September 2018, bisa kembali terjadi. Hal itu disampaikan Pengamat Kebencanaan Sulawesi Tengah Drs Abdullah MT dan Dr. Pepen Supandi, S.ST, M.Si selaku Seksi Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG pada seminar bertema Sulawesi Tengah Siaga Melalui Pendidikan Tanggap Bencana.

Seminar yang dilaksanakan oleh Physics Sosiety of Indonesia (PSI) cabang Sulawesi Tengah melalui virtual, Selasa (28/9/2021), menghadirkan delapan pemateri.

Abdullah sebagai pemateri awal pada seminar yang berlangsung dua sesi itu mengutarakan alasannya sehingga ia memprediksi gempa besar bisa kembali terjadi di Sulteng. Bahkan, berpotensi menimbulkan tsunami. Kurun waktu 1902 hingga 2021 dalam paparan Abdullah, tercatat beberapa gempa merusak di Sulawesi Tengah di antaranya, Gempa Bada 1902, Gempa Kulawi 30 Juli 1907, Gempa Kulawi 18 Maret 1909.

Selanjutnya, gempa besar yang diringi tsunami terjadi di Selat Makassar-Kaltim pada 14 Mei 1921, di Teluk Palu pada 1 Desember 1927, di Teluk Palu pada 20 Mei 1938, di Teluk Tomini pada 20 Mei 1938, di Teluk Tambu pada 15 Agustus 1968, di Tonggolobibi pada 1 Januari 1996, di Banggai pada 4 Mei 2000, dan terakhir gempa 28 September 2018. Rinciannya, Teluk Tambu sebanyak dua kali, Teluk Sirenja sebanyak satu kali, Teluk Palu sebanyak tiga kali dan menurut Abdullah, merupakan wilayah paling rawan tsunami di dunia. Selanjutnya, Parigi Selatan- Parigi Utara sebanyak dua kali, dan terakhir Budong-Budong sebanyak satu kali.

“Jadi dalam kurun 97 tahun, Sulteng sembilan kali dilanda tsunami,” kata Akademisi Universitas Tadulako (Untad) ini.

Abdullah menyebutkan, bahwa gempabumi 28 September 2018 tersebut memicu panca bencana di Palu, Donggala, Sigi dan Parigi Moutong. Yaitu, gempabumi diikuti bencana tsunami, likuefaksi, bencana longsor, downlift (tanah turun), serta perubahan landskap wilayah disertai beberapa jenis bencana sekunder.   

Bahkan, menurut dosen Fisika Fakultas MIPA Untad ini, tsunami senyap bisa melanda pesisir wilayah Teluk Palu seperti kejadian tsunami senyap di Selat Sunda pascatsunami Selat Sunda 22 Desember 2018. Saat itu, dengan tiba-tiba gelombang besar datang menyapu wilayah pantai Banten dan Lampung. Termasuk merobohkan panggung musik  yang sedang ramai tanpa ada seorangpun yang menyadari ada gelombang besar sedang menuju ke pantai yang sedang ramai tersebut. Bahkan, tsunami ini sama sekali tidak terdeteksi oleh BMKG.

Pemicu tsunami senyap di Teluk Palu itu adalah, pertama,  sejumlah wilayah di Teluk Palu yang mengalami downlift (permukaan tanah yang turun)  mengakibatkan tebingnya semakin terjal.  Sehingga, semakin mudah longsor yang bisa menyebabkan tsunami senyap.

Ke dua, ada tebing terjal di wilayah Teluk Palu yang tak  longsor saat terjadi gempa 28 September 2018 namun mengalami keretakan. Kondisi ini bisa tiba-tiba longsor dan mengakibatkan tsunami retak.

Abdullah menyebutkan wilayah di Teluk Palu yang mengalami downlift adalah muara Sungai di Kelurahan Buluri, Kecamatan Ulujadi, Kota Palu.   Downlift di Pantai Talise Kota Palu, downlift di muara Sungai Taipa, Kelurahan Mamboro, Kecamatan Palu Utara, serta anjungan Palu Nomoni yang kini menjadi dasar laut. Kemudian di muara Sungai Poboya di Jalan Komodo juga mengalami downlift.

“Setidaknya ada lebih 10 pusat tsunami tapi rata-rata dekat tebing tepi pantai. Umumnya di muara-muara sungai,” kata Abdullah.

Sebelum mengakhiri paparannya, Abdullah menjelaskan mengapa ia  mengungkapkan potensi terjadinya tsunami senyap itu, agar masyarakat betul-betul menaati larangan membangun di zona merah di tepi pantai karena sangat rawan tsunami.  Apalagi belajar dari kejadian tsunami 28 September, berdasarkan 7 CCTV yang tersebar di beberapa tempat bisa diketahui durasi penjalaran gelombang tsunami nulai terjadinya gempa, ke pantai Teluk Palu, yakni antara 1,43 menit hingga 3,36 menit.

“Jadi golden time atau kesempatan untuk menyelematkan diri dari terjangan gelombang tsunami itu sangat pendek,” ujarnya. (bid/paluekspres)

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777

Penyusunan Arah Digital yang Lebih Efisien melalui Kajian Rinci pada Ritme Bermain Akurat
Kebiasaan Pemain Saat Ini Makin Sering Ditelusuri demi Merancang Taktik Main Lebih Efisien dan Terstruktur
Mekanisme Adaptif Gates Of Olympus Perlahan Mengubah Alur Respons dan Memunculkan Formasi Baru yang Lebih Dinamis
Pendekatan Pengendalian Risiko dalam Game Online Viral lewat Pemantauan Skema Kemenangan
Perkembangan Media Sosial Terkini Dinilai Membuat Tampilan Feed Pengguna Majong Ways 2 Kian Beragam
Taktik Bermain Game Online
Sugar Rush
Gameplay Interaktif
Sistem Permainan Modern
Mahjongways Kasino Online
probabilitas game soft
pola Mahjong Ways 2
elemen slot online
interaksi pemain game modern
strategi bermain terukur
Mahjong Wins 3
Starlight Princess 1000 online
pendekatan rasional game
pola slot online
engagement pengguna game online
Strategi Kinerja Game Online Berbasis Statistik yang Memperlihatkan Gameplay Pola RTP Lebih Terukur, Efisien, dan Mudah Dibaca
Inovasi Teknologi Modern Mendorong Penataan Distribusi Probabilitas Game demi Pengalaman Bermain Lebih Berkualitas
Pembacaan Observatif pada Mahjong Digital Memperlihatkan Konsistensi Struktur Sesi dalam Ritme Permainan Modern
Sistem Tumble Progresif Menjadi Acuan Membaca Simbol Kemenangan dan Dinamika Kombo Gameplay Digital
Pemetaan Sosial Pemain Mahjongways Kasino Online melalui Observasi Visual dan Stabilitas Respons Sistem
Keterlibatan Pemain Mahjongways Kasino Online Ditinjau dari Relasi Simbol dan Stabilitas Respons Permainan
Visualisasi Interaksi Mahjongways Kasino Online untuk Menafsirkan Dinamika Simbol serta Respons Permainan Harian
Pemantauan Dinamis Bulan Ini Menghadirkan Pembacaan Baru soal RTP PGSoft dan Gameplay Terukur
Landasan Rasional Mahjong Ways 2 melalui Pengamatan Fase Visual dan Karakter Permainan
Ulasan Mahjong Ways 2 tentang Pergeseran Ritme serta Stabilitas Interaksi Sistem Permainan