Hilang Sejak Enam Hari Lalu, Nelayan Asal Parimo Belum Ditemukan

  • Whatsapp
Basarnas Palu saat melakukan pencarian terhadap nelayan hilang di perairan Sausu Tambu. Foto : Tim Basarnas Palu


PALUEKSPRES, PARIMO – Pencarian nelayan asal Desa Tumora, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso, yang dilaporkan hilang sejak enam hari lalu di perairan Sausu Tambu, Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong, belum membuahkan hasil.
Mario, selaku Dantim Basarnas Palu mengatakan, nelayan bernama Moge (42) dilaporkan hilang sejak Rabu, 6 Oktober 2021. Kemudian, upaya pencarian dilakukan pihaknya dan hingga saat ini belum membuahkan hasil.
Dia mengatakan, alasan pihaknya memilih melakukan pencarian di wilayah Desa Sausu Tambu, karena dinilai lokasi hilangnya korban lebih dekat, jika dibandingkan pencarian dimulai dari Poso. Selain itu, juga meminimalisir penggunaan bahan bakar minyak (BBM).
“Kami memilih pencarian dari Sausu Tambu, karena lokasinya dekat. Kemudian, disini juga ada kepala desa sebagai penanggungjawab areanya.” kata Mario kepada wartawan di Sausu Tambu, Senin (11/10/2021).
Menurutnya, hingga hari ini pencarian sudah berlangsung empat hari. Namun, sebelumnya tim SAR gabungan telah melakukan pencarian sejak pertama korban dilaporkan hilang.

“Ini pencarian hari keempat, tetapi sebelumnya tim SAR gabungan telah melakukan pencarian,” ungkapnya.
Ia mengatakan, batas waktu pencarian dilakukan selama tujuh hari. Namun, setelah tujuh hari pencarian dan ada tanda-tanda kemungkinan korban bisa ditemukan, maka pihaknya akan kembali membuka operasi SAR.
“Sejauh ini belum ada tanda-tanda korban ditemukan,” ujarnya.
Pada hari ketiga dan kedua kata dia, pihaknya telah melakukan penyelaman di mana tempat-tempat yang diduga hilangnya korban. Namun, belum membuahkan hasil. Ia mengaku, dalam pencarian ini, pihaknya terkendala dengan arus bawah laut yang deras. 
“Hari ketiga dan kedua kami sudah menyelam ke tempat yang diduga hilangnya korban, tapi belum ada. Kendalanya di bawah itu adalah arusnya kencang,” jelasnya.
Menurut informasi yang diterima pihaknya tambahnya, korban turun melaut saat itu hanya seorang diri.
Berdasarkan keterangan saksi mata tambahnya, penyebab korban jatuh ke laut akibat terlilit tali pancing.” Ya mungkin saja korban hilang keseimbangan, karena kaki dan tanganya terlilit tali pancing.” ujarnya.
Menurutnya, berdasarkan identitas, korban merupakan warga Kabupaten Parigi Moutong, tepatnya di Dusun Sigolang, Desa Poli, Kecamatan Tinombo Selatan. “Korban ini istrinya di Tumora, makanya sudah berdomisili di sana, tapi masih ber- KTP Parimo,” ujarnya. (asw/paluekspres)
.

Pos terkait