Jumat, 18 September 2026

Ke Arah Mana Kita Menuju?

Muhd Nur sangadji
Dr. Ir. Nur Sangadji DEA. Foto: Dok

Oleh, Muhd Nur Sangadji

SAYA diminta oleh sejumlah sahabat yang menamakan dirinya kelompok Mahaswara. Makna kata sanskerta ini adalah, berani, cerdas dan kerja keras. Mereka ini juga menghimpun diri dalam wadah groups WA bertajuk lokal. Namanya Tuaka Untuk Negeri. Ini diksi lembah Palu yang bermakna dituakan (kakak). Mereka mendaulat saya menjadi pembicara utama pada webiner rutinnya pada tanggal 17 Oktober 2021.

Topik utamanya, “Arah Baru Pembangunan Sulawesi Tengah. Sub topiknya, “Kemandirian Pangan Sulawesi Tengah”. Saya menyambut topik dan sub topik itu dengan dua makalah. Satunya berjudul; Kearah Mana Kita Menuju. Kedua; Memanen di Kebun Sendiri. Saya juga menggandeng sejumlah tulisan relevan yang pernah saya tulis. Sekadar untuk pengayaan literasi.

Saya pernah dengar nasehat sejumlah perencana. Mereka bilang, “We can not change our destination in one overnight, but we can do it for the direction”. Mungkin ini yang diminta Sang Raja Spanyol kepada Colombus, mencari jalan lain (direction) untuk satu tujuan (destination). Yaitu, ke Timur Indonesia (baca; Tidore dan Ternate) untuk memburu rempah cengkeh dan Pala.

Kisahnya bisa dibaca di banyak buku. Antara lain, Api dan Bara di Bumi Tidore. Karya Khaidir. Juga, Merambah Episentrum Baru. Sebuah Ontologi Negeri Remah. Ditulis Saiful Bahri Rurai.

Tahun 1996, saya berdiri di kaki menara berbentuk tiang setinggi lebih kurang 50 meter. Di ujungnya ada patung Colombus yang telunjuknya mengarah ke satu tujuan. Letaknya di pantai Katalunya, Barcelona Spanyol. Ada yang bilang, telunjuk itu mengarah ke Indonesia. Tapi, ada juga yang menyebutnya, ke arah Amerika. Memang, expedisi Colombus tersebut tidak capai destinasi yang sesungguhnya. Tapi, berakhir dengan ditemukannya benua Amerika.

Bruce Mitchell, ilmuan dari Waterloo University yang bekerja sama dengan kami dari Universitas Tadulako di era tahun 90 an, mengisahkan di bukunya. Judulnya, enviromental manajemen. Buku ini telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Ahmad Rizal. Dosen Faperta yang sekarang telah beralih ke Fapetkan Universitas Tadulako. Di dalam buku itu, Mitchel mengutip buku lain yang bertajuk, “Alice in wonderland”. Di buku itu, terdapat pernyataan yang sangat menarik. “If you don’t know where you want to go, any road will take you three”.

Penulisnya lalu membandingkan dengan perjalanan Colombus. Dia Colombus, tahu kemana akan pergi (destination), tapi tidak tahu jalan mana (direction) yang harus ditempuh. Akhirnya, tiba di tempat yang salah. Meskipun, bermanfaat yang lain. Ditemukannya benua Amerika.

Ada buku lain, judulnya “The Smile”. Ditulis oleh penulis kenamaan asal Amerika. Jack Juggler. Ada cerita tentang lomba lari Maraton di dalamnya. Kejadiannya di Philipina. Lomba itu diikuti ribuan orang. Diperkirakan 6 jam, peserta masuk finish. Tapi, jam ke 5 peserta hilang dari pantauan panitia. Ternyata, mereka salah route. Penyebabnya sederhana sekali. Pelari tercepat di posisi paling depan, belok di arah yang salah. Mereka yang di belakang mengikuti arah yang sama. Dan akibatnya, semua salah.

Tujuan menurut hemat saya, mesti tergambar di rencana jangka panjang (RPJPD). Mengapa di jangka panjang? Agar tujuan itu, tidak mudah berubah. Sedangkan arah, ada di rencana jangka menengah (RPJMD). Dia, bisa berubah periodik. Kedua duanya punya visi. Tapi, yang satunya harus bernama “common vision”. Artinya menjadi tujuan daerah atau tujuan seluruh rakyatnya. Dan, yang satunya lagi adalah individual vision. Yaitu, visi kepala daerah yang ingin meletakan arah untuk tahapan menuju tujuan akhir.

Kalau kita lihat visi gubernur yang sekarang. Paling tidak, ada dua kata kunci pengungkit (guiden and trager). Pertama, gerak. Kedua, cepat.

Saya pernah menemani Gubernur H Rusdi Mastura, sekitar lima belas tahun silam. Kala itu, kami jumpa Rektor dari Presiden university. Terungkaplah kalimat berikut. “Think big, do small, but move fast”. Mungkin karena begitu terkesan, hingga beliau memilih diksi tersebut untuk menjadi visinya, menakodai Sulawesi Tengah sekarang.

Kalau begitu, lantas apa yang harus kita lakukan berkait arah baru pembangunan Sulawesi Tengah, berkait visi tersebut..? Tentu, sudah dijabarkan dalam dokumen perencanaan, terutama RPJMD. Namun, ilustrasi berikut semoga menginspirasi kita untuk bergergerak ke arah baru yang benar.

Analogi gerak cepat ini, ingin saya sandingankan sebagai bandingan di dunia perkereta apian yang akhir-akhir ini jadi isu. Saya pernah naik dua kereta api cangkih. Satunya di Jepang. Namanya, Shinkansen. Lainnya lagi, di Perancis. Nama TGV (Train grand vitage). Kecepatannya, antara 300 SD 500 km per jam. Bandingkan dengan kereta api Indonesia yang berkecepatan antara 150 SD 200 km per jam.

Pertanyaan kunci untuk menutup tulisan ini. Bagaimana, kalau kedua kereta itu kita pindahkan ke Indonesia. Lebih hebat lagi, ke Palu. Tentu selisih atau delta kecepatan (baca; percepatan) antara 150 sd 300 km per jam. Bayangkan, apa yang akan terjadi sebagai malapetaka..? Malapetaka? Iya, karena dengan kecepatan yg ada saja, tabrakan kereta api sudah sering terjadi. Bila demikian, apa yang harus kita lakukan untuk urusan gerak dan kecepatan ini? Siapa tahu, itulah arah baru yang dimaksud. Wallahu a’lam bi syawab.👌🏻🤝👍

(Penulis, Associate Profesor bidang Ekologi Manusia di Faperta Universitas Tadulako)

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam