PALUEKSPRES, PALU– Berdasarkan data dari Kemenkes RI, per tanggal 25 Oktober 2021, posisi Sulawesi Tengah dalam pelaksanaan vaksinasi tingkat nasional berada di urutan ke-6 terendah untuk dosis 1 dan urutan 8 terendah untuk dosis 2.
Meskipun demikian, pelaksanaannya dinilai cukup berhasil pada tanggal tersebut karena mencapai 59,3% untuk dosis 1 dan 39% untuk dosis 2. Sementara, data Palu per 27 Oktober 2021, capaian dosis 1 yaitu 61,9% dan dosis 2 yaitu 41,4%. Lebih meningkat jumlahnya. Meskipun posisi masih sama secara nasional.
Di bawah Sulteng masih ada yang terendah lainnya yaitu Maluku, Maluku Utara, Aceh, Lampung, Papua, dan Sumatera Barat.
Hal ini dikatakan Kordinator Konsultan UNICEF untuk Sulawesi dan Maluku, DR. dr. Aty Uleng Hamid, M.Kes kepada Palu Ekspres, Ahad, 31 Oktober 2021.
Sebelumnya UNICEF bertemu dengan Wakil Wali Kota Palu, Dr Renny Lamadjido pada Jumat, 29 Oktober 2021. Pertemuan itu kata Aty semacam advokasi dan berdiskusi tentang kondisi terkini pelaksanaan Vaksin di Palu dan Sulteng pada umumnya.
Hadir dalam pertemuan itu, Konsultan Unicef untuk Sulbar dan Sulteng Dr Evawaty dan DR.dr.Aty Uleng Hamid MKes.
Yang dibicarakan kata dia, adalah kondisi capaian vaksinasi COVID-19 di Sulteng terutama Palu.
Menurut DR Aty, hanya pencapaian untuk Lansia memang masih rendah dan ini dialami oleh semua provinsi di Indonesia.
Menurut DR Aty, Wakil Wali Kota mengaku sudah berbagai macam cara yang dilakukan untuk meningkatkan capaian untuk Lansia. Namun kata dia, masih belum bisa mengajak banyak Lansia untuk divaksin. “Perlu pendekatan dan strategi untuk target ini,” kata Aty kepada Palu Ekspres.
Saat ini kata Aty, Pemerintah Kota Palu mencoba melakukan pendekatan dengan Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat.
Unicef sendiri berkepentingan atas isu ini. Menurut Aty, Unicef merupakan mitra kerja pemerintah Indonesia yaitu kementerian kesehatan RI juga WHO. UNICEF dan WHO merupakan badan dari PBB. (aaa/paluekspres)






