Sabtu, 25 April 2026
Daerah  

Cerita Bupati Parimo Sehingga Sulteng Punya Pahlawan Nasional

Samsurizal Tombolotutu. Foto: Istimewa

PALUEKSPRES, PARIMO – Bupati Parigi Moutong H. Samsurizal Tombolotutu sekilas menceritakan tentang perjuangannya, sehingga Tombolotutu ditetapkan untuk menjadi Pahlawan Nasional pada 10 November 2021 mendatang di Istana Bogor.
Kata Bupati Samsurizal, awalnya ia menyurat ke Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg). Kala itu dijabat Sudi Silalahi. Namun, Mensesneg memberikan masukan agar membuat sebuah buku, seminar dan lain sebagainya.
“Sedikit saya ceritakan bagaimana saya awalnya menyurat kepada Sekretaris Negara, kata Mensesneg bukan seperti ini, tetapi buat sebuah buku, adakan seminar dan lain lain,” kata Bupati menirukan perkataan Mensesneg.
“Saya ditegur sama pak Longki, karena kalau saya ditegur sama dengan mencambuk saya, dari teguran itu saya jadikan motivasi diri saya agar tidak berhenti memperjuangkan Tombolotutu menjadi Pahlawan Nasional,” tambahnya.
Lebih lanjut Samsurizal mengatakan, selang beberapa bulan kemudian, Dr Lukman Nadjamudin bersama tim mendatanginya untuk minta izin menulis sejarah tentang Kabupaten Parigi Moutong.
“Timnya pak Lukman Najamudin sebenarnya datang ke saya, mereka mau menulis sejarah Parigi Moutong. Saya katakan baiknya menulis Tombolotutu agar bisa menjadi Pahlawan Nasional,” tuturnya.
Olehnya, untuk menulis tentang sejarah Parigi Moutong, ia mengarahkan tim penulis tersebut kepada para tokoh pejuang pemekaran Parigi Moutong.
“Saya katakan ke pak Lukman, kalau mau menulis sejarah Parigi Moutong, pergi ke para pejuang yang memekarkan Parigi Moutong, saya tidak punya hak memberikan keterangan walaupun kala itu saya sebagai bupati,” ujarnya.
Sehingga, ia menyampaikan kepada tim penulis sejarah itu, bagaimana Tombolotutu bisa menjadi Pahlawan Nasional. “Dan, akhirnya dengan tidak berat hati pak Lukman sampaikan ke saya yang penting didukung. Saya bilang Insya Allah saya akan dukung, maka berubahlah, sehingga tim menulis dan mengkaji Tombolotutu agar bisa menjadi Pahlawan Nasional, waktu itu tahun 2018,” tuturnya.
Sehingga, ia bersama Dr Lukman Nadjamudin terus membangun komunikasi dengan mengajukan nama Tombolotutu bersama nama-nama dari kabupaten lain di Sulawesi Tengah untuk menjadi Pahlawan Nasional.
“Waktu itu ada 18 nama yang diusulkan dari Provinsi Sulawesi Tengah, kita berada di urutan ke- 18. Dari 18 nama yang diajukan ke pusat dan skor tertinggi di pusat sebanyak 3 nama, yaitu Karajalembah dari Palu, Tombolotutu dari Parigi Moutong dan Marundu dari Morowali,” ungkapnya.

Setelah melalui proses kata dia, akhirnya muncul hanya dua nama dari Pemerintah Pusat, yakni Marundu dan Karajalemba.”Kita punya tercecer, sehingga timnya pak Lukman sempat ciut, tetapi saya salut semangatnya pak Lukman. Pak Lukman bilang ke saya, Pak Bupati jangan mundur, saya bilang saya tidak akan mundur, sehingga kita ajukan kembali dan Tombolotutu masuk kembali,” tuturnya.
Menurut dia, ke depan pihaknya akan kembali mengusulkan nama-nama yang dianggap sebagai tokoh penting di Kabupaten Parigi Moutong, yang berjasa dalam perjuangan untuk Indonesia.
“Empat malam yang lalu saya ditelpon oleh Pak Moeldoko, bahwa sudah naik ke Presiden. Dua hari kemudian muncul berita di TV, saya cari informasi terus ke pusat, pak Lukman juga kerja keras siang malam dengan saya, kontak terus, dan Alhamdulillah apa yang kita cita- citakan terwujud. Ini adalah Pahlawan pertamanya Provinsi Sulawesi Tengah,” ujarnya. (***/asw/paluekspres)

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777