PALUEKSPRES, PALU – Pemerintah Kota (Pemkot) Palu akan menjadikan sektor pangan sebagai fokus utama dalam usaha pemulihan ekonomi dampak dari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang dipicu pandemi Covid-19.
Menurutnya, sektor pangan memiliki peran penting dalam penyelematan sektor UMKM yang notabene sangat terdampak akibat kebijakan PPKM.
Untuk hal itu, Pemkot Palu tengah menggelontorkan berbagai program stimulus bagi masyarakat termasuk UMKM. Salahsatunya dalam bentuk penguatan UMKM dan inkubator bisnis berbasis digital yang diharapkan mampu menjadi strategi baru mempercepat pemulihan ekonomi daerah.
Demikian Wakil Wali Kota (Wawali) Palu dr Reny A Lamadjido dalam rapat koordinasi Tim Pengendalian Pemerintah Daerah (TPID) tingkat Palu yang digelar bersama Bank Indonesia Perwakilan Sulteng, Kamis 4 November 2021.
Reny menejelaskan, berdasarkan data statistik, sebelum penerapan PPKM dilakukan Juli 2021, laju inflasi Kota Palu sebesar 0,11persen. Kondisi itu terjadi karena daya beli masyarakat menurun dengan pemberlakuan work from home.
Nanti pada September 2021 laju inflasi kian melandai yang terlihat deflasi sebesar 0,01persen yang merupakan deflasi terendah baik di kawasan Sulawesi, Maluku, Papua (Sulampua) maupun secara nasional.
“Kondisi ini menunjukkan anomali pada dampak PPKM, sebab inflasi Kota Palu pada Januari – September berada pada angka 1,12 persen yang menunjukkan inflasi yang wajar,”jelasnya.
Karena itu, deflasi perlu segera diatasi. Sebab kata Reny penurunan harga akan mengakibatkan menurunnya upah pekerja yang pada akhirnya akan berpengaruh pada daya beli masyarakat.
Sebelumnya Reny mengatakan bahwa pemberlakuan PPKM dalam pengendalian Covid-19 tidak dapat dipungkiri mempengaruhi dinamika aktivitas konsumsi masyarakat.
“Namun dengan usaha dan kerjasama kita semua, saat ini Kota Palu sudah berada pada PPKM Level 2. Kita wajib bersyukur meskipun kita masih menghadapi ketidakpastian, perekonomian kita semakin membaik dengan tetap harus menjaga kewaspadaan,”demikian Reny.
Rapat koordinasi dihadiri antara lain Asisten II bidang Administrasi Perekonomian Setda Kota Palu, Husaema, Ketua TP-PKK Kota Palu, Diah Puspita serta para pimpinan organisasi perangkat daerah. (**/mdi/paluekspres)






