oleh

Operasi Simpatik Menekan Angka Lakalantas

POSO, PE – Kepolisian polres Poso menggelar apel pasukan simpatik Tinombala 2017, ada sebanyak dua ratus anggota  gabungan TNI, Polri, Polisi Pamong Praja dan anggota Lalu Lintas Angkutan Jalan Raya (LLAJR) ikut dalam apel yang digelar di halaman Mapolres Poso, Rabu (1/3).

Apel gelar pasukan simpatik Tinombala 2017 ini, dipimpin langsung Kapolres Poso AKBP Bogiek Sugiyarto.

Kapolres  Bogiek menjelaskan operasi simpatik akan digelar selama 22 hari kedepan.
Sementara upacara gelar pasukan diadakan untuk mengetahui kesiapan personel maupun sarana pendukung lainnya.

Operasi ini untuk menekan pelanggaran dan angka kecelakaan berlalulintas di jalan raya.
Kata Bogiek, jumlah data pelanggaran lalu lintas kecelakaan yang terjadi di Indonesia pada tahun 2015 sejumlah 98.970 kejadian, sedangkan untuk tahun 2016 berjumlah 105.374  atau mengalami kenaikan menjadi 6 persen.

Untuk korban meninggal dunia pada 2015 mencapai 26.495 orang, dan ditahun 2016 meski mengalami penurunan 2 persen, jumlahnya mencapai 25.859 korban.

“Untuk luka berat tahun 2015 mencapai 26.840 orang dan tahun 2016 ada sebanyak 22.939 orang,” sebutnya.

Data korban luka ringan tahun 2015 sejumlah 110.714 orang, jumlah itu mengalami kenaikan pada 2016 sebesar 17 persen dengan total 129.913 orang.

“Sementara kerugian material di tahun 2015 mencapai Rp272.314.014.600, dan di tahun 2016 mencapai  Rp226.416.414.497,” sebutnya.

AKBP Bogiek Sugiyarto mengharapkan, agar anggota yang dilibatkan dalam operasi simpatik Tinombala 2017 ini, wajib mengupayakan untuk mencegah kecelakaan serta dapat membangun tertib berlalu lintas.

“Tentunya kami berharap, agar wajib mengupayakan pencegahan kecelakaan untuk membangun tertib berlalu lintas,” ungkap kapolres Poso di hadapan ratusan personil gabungan.

Kasat lantas Polres Poso IPTU Arsyad menjelaskan, nantinya dalam operasi ini sebanyak 41 personil gabungan polres Poso dari Shabara, POM, Intelejen dan Humas Polres Poso dilibatkan.

“Di operasi simpatik tahun ini, kami mengutamakan preventiv dan represif,” jelas Arsyad.

(fer/Palu Ekspres)

News Feed