Kejari Parimo Hentikan Proses Kasus Penadahan Barang Curian

  • Whatsapp

PALUEKSPRES, PARIMO – Kejaksaan Negeri (Kejari) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah (Sulteng), menghentikan penuntutan berdasarkan Restorative justice (RJ) atau keadilan restoratif terhadap satu perkara penadahan atau menjual barang hasil curian.
Kepala Kejaksaan Negeri Parigi Moutong, Muhamat Fahrorozi mengatakan, restoratif justice berdasarkan peraturan Kejaksaan RI nomor ; 15 tahun 2020 tentang penghentian penuntutan, karena pelaku baru pertama kali melakukan tindak pidana. 
“Adapun tersangka atas nama, Yuli Susilawati Lemba alias Yuli,” kata Kejari Parimo, Muhamat Fahrorozi kepada sejumlah wartawan saat konferensi pers di aula Kejari, Kamis (2/12/2021).
Permasalahan kata Fahrorozi, berawal dari tersangka Yuli menerima satu unit handphone dari terpidana Topan, lalu kemudian meminta tersangka untuk menjual handphone tersebut. Menurut dia, handphone itu milik korban bernama Siti Farma.
“Kemudian, yang bersangkutan menjual handphone tersebut ke Palu, seharga Rp 950 ribu, tersangka pun mendapat bagian dari Topan senilai Rp 100 ribu, dan uang Rp 100 ribu itu untuk kebutuhan beli susu anak tersangka,” jelasnya.
Sehingga menurutnya, korban Siti Farma mengalami kerugian sekitar Rp 2 juta. Dari pertimbangan-pertimbangan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) melihat bahwa pasal yang disangkakan adalah, pasal 480 ke-1 KUHP atau pasal 480 ke-2 KUHP dengan ancaman pidana paling lama 4 tahun, dan kerugian senilai Rp 2 juta.
“Korban dan tersangka lalu berdamai tanpa syarat. Latar belakang dilakukannya tindak pidana, karena alasan ekonomi. Keadaan sosial, adalah seorang ibu yang tidak memiliki pekerjaan tetap,” ungkapnya.
Lanjut dia mengatakan, tersangka juga merupakan tulang punggung keluarga. Karena, suaminya telah meninggal dunia, serta mempunyai tiga orang anak. Masing-masing berusia delapan, tiga, dan satu tahun.
Selain perkara penadahan tambahnya, Kejari Parigi Moutong juga menghentikan penuntutan perkara, penganiayaan dengan dua tersangka yakni, Salmia dan Rumiyanti yang dilatar belakangi cemburu. (asw/paluekspres)

Pos terkait