BNPB Hanya Setujui 4.755 Data Baru Stimulan Palu

  • Whatsapp
Presli Tampubolon. Foto: Hamdi Anwar/PE

PALUKEPSRES, PALU- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI hanya menyetujui sebanyak 4.755 Kepala Keluarga (KK) sebagai data baru penerima dana hibah bantuan stimulan perbaikan rumah rusak yang diajukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPB) Palu.

Sebelumnya BPBD Palu mengajukan sebanyak 4.770 KK sebagai data usulan baru. Namun setelah melalui review di BNPB, data itu berkurang lantaran 15 diantaranya bermasalah terkait kegandaan dan tidak lengkap data administrasi kependudukan.

Bacaan Lainnya

“Dari 15 itu, 13 diantaranya karena ganda dan 2 lainnya tidak lengkap NIK,NOK dan alamat,”ungkap Presli Tampubolon.

Oleh sebab itu kata Presli, hasil rivew usulan baru data penerima stimulan yang diserahkan kembali untuk kepentingan pemberkasan dan penyaluran tersisa sebanyak 7.755 KK dari sebelumnya 4.770 KK

“By nama by adress (BNBA) secara total diajukan sebanyak 4.770 yang diakses BNPB untuk kepentingan rivew. Namun 15 ganda dan tidak lengkap NIK dan NOK,”ungkap Presli.

Namun demikian, pihaknya ujar Presli tetap akan melakukan upaya agar data yang ditemukan tidak lengkap NIK dan NOK tersebut bisa dilakukan penyempurnaan. Sepanjang data tersebut memang benar dan hanya terjadi ketidaklengkapan saja.

“Kami sudah teruskan KPA dan PPK progam Rehab-Rekon. Apakah bisa dilakukan penyempurnaan atau tidak untuk kembali melakukan prosedur review APIP,”pungkasnya.

Untuk diketahui data 4.755 ini merupakan data usulan penerima stimulan baru yang diajukan BPBD Palu.

Sebelumnya BNPB merekomendasikan untuk dilakukan perpanjangan tahap kedua penyaluran dana bantuan stimulan perbaikan rumah rusak akibat bencana alam 28 September 2018 di Kota Palu.

Perpanjangan dilakukan berkaitan dengan adanya usulan baru termasuk masih adanya penerima stimulan yang telah disalurkan sebelumnya yang belum menyelesaikan pekerjaan dan surat pertanggungjawaban penggunaan anggaran.

Perpanjangan tersebut juga telah mendapat persetujuan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI mengingat masih adanya anggaran hibah stimulan yang tersisa di las daerah Kota Palu. (**/mdi/paluekspres)

Pos terkait