Minggu, 5 April 2026
Palu  

Lomba Mancing DKP SuLteng, Arif Latjuba: Masih Ada Ikan di Teluk Palu

Kepala DKP Sulteng Arif Latjuba saat membuka lomba mancing yang digelar DKP Sulteng, Ahad (5/12/2021), di Pantai Talise, Kota Palu. Foto: istimewa

PALUEKSPRES, PALU– Tim Santigi Engler berhasil membawa pulang dua unit sepeda motor matic Yamaha di lomba mancing yang dilaksanakan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulawesi Tengah (Sulteng) di Pantai Talise, Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Ahad (5/12/2021).

“Saya tidak menyangka sih bisa dapat motor,” kata salah satu Tim Santigi Engler, Steven.

Ia berhasil mendapatkan hadiah motor tersebut melalui undian kocok nomor peserta. Pancabutan nomor dilakukan oleh pihak Yamaha Akai Jaya dan keluar nomor 081 yang merupakan nomor milik Steven.
Selanjutnya motor itu, kata Steven akan dijadikan motor operasional untuk Tim Santigi Engler.
“Terima kasih kepada Gubernur Sulteng, Rusdi Mastura yang telah mensukseskan acara ini,”ujarnya.
Ia sangat berharap event perlombaan mancing seperti ini dapat dilaksanakan setiap tahun di Kota Palu karena dapat meningkatkan perokomian masayarakat di sekitar Pantai Talise dan khususnya bagi nelayan untuk dapat meningkatkan produktifitasnya lagi.
Sementara itu untuk penilaian lomba dari jenis berat, juga dimenangkan oleh Santigi Engler dari nomor peserta 051 dengan jenis ikan Tenggiri yang memiliki berat 9,9 kg. Juara dua diraih Tim Puyu Indah nomor peserta 041 yang mendapatkan ikan Tenggiri dengan bobot 5,6 kg. Juara tiga dari Tim Samsons nomor peserta 080 dengan ikan jenis Tuna seberat 2,5 kg.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulteng, H Moh.Arif Latjuba mengatakan, kegiatan lomba mancing di Teluk Palu untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa masih ada ikan di Teluk Palu.
“Kita memberikan dorongan kepada masyarakat nelayan kita yang ada dan dapat dilihat kebahagiaan mereka mengikuti lomba ini sehingga kedepannya nelayan terus meningkatkan produktifitasnya,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan seperti ini memiliki multi player efek yang terbentuk. Sebab, tidak semua pemancing memiliki perahu karena hobi memancing. Dan, pastinya para pemacing menyewa parahu nelayan, dengan begitu nelayan juga mempunyai pendapatan dari hasil sewa tersebut.
“Rata-rata, lebih dari 80 persen peserta ini menyewa perahu nelayan. Jadi itu sudah memberikan pendapatan tambahan kepada nelayan kita yang ada di Teluk Palu,” katanya. (***/bid/paluekspres)