Untuk Adipura, ASN Harus Teladani Masyarakat Berprilaku Bersih

  • Whatsapp
Sekkot Palu H Asri membuka sosialisasi Adipura menuju Palu Adipura 2023 di Kantor Wali Kota Palu, Rabu 8 Desember 2021. Foto: Hamdi Anwar/PE

PALUEKSPRES, PALU – Sekretaris Kota (Sekkot) Palu H Asri menyatakan salahsatu hal penting dilakukan untuk menggerakkan partisipasi masyarakat agar berprilaku hidup bersih adalah meneladani dan memberi contoh akan prilaku tersebut.

Menurutnya, masyarakat nantinya akan dengan sendirinya tergugah jika aparatur pemerintah terus meneladani dan memberi contoh bagaimana menjaga kebersihan lingkungan masing-masing.

Bacaan Lainnya

Misalnya dengan melakukan kerja bakti secara rutin membersihkan sampah disuatu tempat agar kegiatan itu bisa terus terlihat masyarakat sekitar.

“Datangi terus tempat itu untuk kerja bakti membersihkan sampah. Kita gugah mereka, jangan pakai kekerasan, datangi sampai masyarakat itu malu sendiri,”hemat Sekkot Palu saat membuka sosialisasi Adipura, Rabu 8 Desember 2021 di Ruang Bantaya Kantor Wali Kota Palu.

Sekkot bilang, hal demikian menjadi teknik Wali Kota Surabaya disebuah wilayah pemukiman. Dulunya pemukiman itu kotor dan masyarakat apatis akan kebersihan lingkungan. Namun karena terus didatangi aparatur pemerintah untuk kerjabakti, masyarakat akhirnya malu dan tergugah untuk ikut bekerjasama.

“Kini wilayah itu telah menjadi percontohan partisipasi masyarakat dalam kebersihan,”ungkapnya.

Untuk hal tersebut, Sekkot mengingatkan rutinitas kerja bakti membersihkan lingkungan dengan teknik demikian perlu dilakukan untuk kepentingan membangun partisipasi masyarakat. Utamanya di lokasi pasar-pasar tradisional di Kota Palu.

“Galakkan lagi itu kerja bakti ke pasar-pasar. Datangi terus untuk menggugah masyarakat,”harapnya.

Sekkot pun menyinggung rutinitas kerja bakti yang pernah dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sekali dalam seminggu. Menurutnya rutinitas itu kini tidak lagi rutin dilakukan.

“Sudah lima bulan lalu tidak ada lagi jadwal dari DLH. Jadwalkan lagi kerjabakti Minggu utamanya di pasar -pasar. Ini sepertinya satu kali saja kerja bakti setelah itu habis, diam lagi,”tekannya.

Kefakuman kerja bakti rutin itu kata Sekkot, kemungkinan menjadi salahsatu pemicu mengapa kemudian masyarakat saat ini tidak terlihat antusias berpartisipasi menjaga kebersihan lingkungan.

“Ya begini sudah karena OPD lebih banyak diam. Nanti harus selalu diingatkan pimpinan. Untungnya saya sudah mau pensiun. Kalau tidak saya sudah marah-marah ini. Karena penasaran tinggalkan jabatan untuk bisa meraih Adipura,”ujarnya.

Pada bagian lain, untuk kepentingan menuju Adipura adalah perlunya meningkatkan pengawasan terhadap proses pengangkutan sampah di Tempat Pembuangan Sementara (TPS). Pasalnya, kerap kali sampah menumpuk berhari-hari di TPS tanpa ada perhatian dari dinas terkait.

Sebab biasanya sambung Sekkot, ada tumpukan sampah di TPS dua hari baru diangkat. Ini juga menyebabkan kenapa masyarakat tidak kadang tidak mengizinkan lahannya untuk penempatan titik TPS.

“Makanya dinas terkait juga perlu mengawasi pengangkutan sampah ini,”ucapnya.

Sementara itu, terhadap aparatur di dinas lainnya juga perlu berpartisipasi bersama dalam hal menciptakan kebersihan lingkungan ini. Minimal menginformasikan ke dinas terkait jika melihat adanya tumpukan sampah. Sehingga hal itu bisa ditindaklanjuti secara cepat oelh DLH.

“Ini yang kadang terabaikan. Minimal kita itu menginformasikan soal adanya sampah menumpuk.
Ini serendah-rendahnya partisipasi dari OPD lain dan aparatur. Karena kebersihan bukan tanggung jawab semata DLH Palu,”pungkasnya. (mdi/paluekspres)

Pos terkait