PALUEKSPRES,PALU – Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid mengingatkan pengurus Karang Taruna untuk menghidupkan kembali organisasi kepemudaan tersebut. Dulu organisasi ini identik hanya pada kegiatan lingkungan karena belum memiliki pendekatan lain.
Pesan ini diutarakan saat mengukuhkan Pengurus Karang Taruna Kota Palu periode 2019-2024, Sabtu malam 11 Desember 2021 di PGM Palu.
Menurutnya, saat ini karang taruna harus menunjukan eksistensi dan tidak boleh lagi menggantungkan diri pada organisasinya. Karang taruna juga diharap menjadi organisasi yang tumbuh dan hidup serat tak lagi fakum.
“Harus kembali eksis, agar kembali mendapat perhatian dari masyarakat. Dan tentunya pemerintah Kota Palu pasti mendukung karang taruna,”janji wali kota.
Iapun berpesan, agar karang taruna tidak lagi menjadi organisasi yang tercampur aduk dalam urusan politik namun harus tumbuh dengan idealismenya. Karena jika semua terbawa urusan politik, maka dipastikan organisasi tidak akan berjalan jika terjadi perubahan-perubahan.
“Karang taruna harus menjadi corong pemuda untuk memberikan kritik membangun untuk pemerintah,” tutupnya.
Sebelumnya, Ketua Karang Taruna Kota Palu, Irsan Satria mengatakan, organisasi ini bermanfaat sebagai mata panah gerakan penerus bangsa karena sudah mengakomodir sebagian besar persoalan negara.
Pihaknya jelas Irsan sangat membutuhkan dukungan dalam menjalankan tugas, fungsi dan program-program kegiatan organisasi.
“Yang paling utama adalah support dari Wali Kota Palu, Karang Taruna Sulteng, serta jajaran Muspida selaku pembina. Nasehat, arahan dan bimbingan beliau-beliau inilah yang kita harapkan untuk kemajuan kepemudaan dalam rumah Karang Taruna Kota Palu,” ucapnya.
Menurutnya, kekompakan dalam suatu organisasi adalah hal paling penting. Irsan meminta semua pengurus untuk bersama-sama berkarya. Memberikan kontribusi tenaga dan pikiran untuk Kota Palu.
Dia menegaskan, pemuda yang terhimpun dalam organisasi ini perlu memperhatikan bahwa pemuda mempunyai fungsi sebagai Agent of change, moral force and social control, sehingga fungsi tersebut dapat berguna bagi masyarakat.
“Bertindaklah menjadi sejarah, jangan diam menjadi sampah pemuda. Hari ini harus turun tangan, berkarya nyata menjawab semesta Indonesia. Pemuda harus punya visi yang jauh ke depan,”tegasnya.(**/mdi)






