Sabtu, 8 Agustus 2026

Wapres: Satu dari Tiga Balita Indonesia Mengalami Stunting.. Bagaimana Sulteng?

PALUEKSPRES, JAKARTA- Wakil Presiden KH Maruf Amin menyatakan satu dari tiga balita Indonesia mengalami stunting. Persoalan ini kata Wapres, bukan persoalan bangsa di masa sekarang saja. Tetapi menyangkut masa depan Indonesia, karena anak-anak adalah generasi penerus.

“Merekalah masa depan kita. Bagaimana kita bisa mencapai visi Indonesia Emas Tahun 2045 kalau modal dasarnya, yaitu anak-anak bangsa, mengalami stunting, terganggu perkembangan kognitif dan kesehatannya,” tandas Wapres saat membuka Forum Nasional Stunting Tahun 2021 secara virtual, yang diselenggarakan BKKBN Pusat, Selasa, (14/12/2021).

Saat ini prevalensi stunting di Indonesia masih tercatat sekitar 27 persen. Sementara pemerintah pusat menargetkan angka ini menurun hingga 14 persen pada 2024. “Kita hanya punya waktu kurang dari tiga tahun lagi. Target yang cukup ambisius dalam sisa waktu yang sangat singkat ini, adalah tantangan besar namun harus kita hadapi bersama.

Untuk itu, Wapres kembali menekankan bahwa pemerintah sangat serius mengupayakan penurunan stunting. Komitmen Pemerintah tidak pernah kendur, kata dia. Pada Agustus 2021 yang lalu, Presiden telah menandatangani Peraturan Presiden No. 72 tentang Percepatan Penurunan Stunting. Substansinya mengadopsi Strategi Nasional Percepatan Pencegahan Stunting 2018-2024.

Perpres ini memberikan dasar hukum untuk melakukan penguatan kerangka substansi, intervensi, pendanaan, serta pemantauan dan evaluasi yang diperlukan dalam berbagai upaya percepatan penurunan stunting.

“Target kita sangat jelas, kita ingin menurunkan prevalensi stunting hingga 14 persen pada tahun 2024. Pada tahun 2030, sesuai dengan target Sustainable Development Goals (SDGs), kita harap prevalensi stunting sudah 0 (nol) di negara kita,”tandas Wapres.

Wapres meminta para Gubernur, Bupati dan Wali Kota untuk memastikan percepatan penurunan stunting sebagai prioritas di daerahnya. Didukung dengan sumber daya yang mencukupi, dan dipastikan bahwa setiap intervensi yang diperlukan sampai hingga ke tingkat keluarga yang dikategorikan rawan stunting, tandas Wapres.

Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri, prevalensi Stunting di Sulawesi Tengah berada pada angka 30,80 Persen. Angka ini lebih tinggi dari rata-rata angka stunting secara nasional yang mencapai 27,77 Persen. Posisi ini oleh Kementerian Keuangan dikategorikan sebagai Prevalensi Sangat Tinggi yaitu 13 persen dari total rata-rata nasional.

Tetapi Sulawesi Tengah tak sendiri, ada 11 lagi Provinsi yang masuk kategori Prevalensi Stunting sangat Tinggi, yaitu Maluku, Sulawesi Barat,Sulewsi Tenggara, NTT,NTB, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Aceh, dan Gorontalo.

Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah, Kementerian Dalam Negeri RI, Dr Sugeng Haryono, Plt menegaskan berdasarkan arahan Presiden pada Rapat Terbatas Agustus 2020, Sulawesi Tengah bersama 9 Provinsi Prevalensi Stunting Tertinggi di Indonesia tersebut menjadi fokus utama pemerintah dalam penanganan stunting.

Sebagai informasi, Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak. Yaitu tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya. (aaa/pe)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital