PALUEKSPRES,PALU- Kepala BIN Daerah (Kabinda) Sulteng, Brigjen TNI Andi Chandra As’adudin mengatakan, BIN Daerah Sulteng berpartisipasi dalam pelaksanaan vaksinasi di wilayah Sulteng guna membentuk herd immunity atau kekebalan kelompok agar masyarakat terlindungi dari wabah Covid-19.
Namun begitu, Andi Chandra mengaku, BIN tidak bekerja sendiri dalam proses vaksinasi tersebut. Pihaknya menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah, seperti Pemkab Poso, Parigi Moutong, Morowali, Banggai, Morowali Utara, Banggai Kepulauan dan Pemkot Palu.
“Bentuk kerja sama berupa mendukung cakupan vaksinasi melalui penyiapan sasaran vaksin, merekrut dan mengoperasional tenaga vaksinator, dan bantuan vaksin,”kata Kabinda Sulteng, Selasa 14 Desember 2021 seperti siaran pers yang diterima Palu Ekspres, Selasa.
Di Wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng), BIN daerah telah merealisasikan vaksinasi massal Covid-19 di 11 kecamatan di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo).
Dengan keterlibatan BIN, target vaksinasi yang ditetapkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Parimo bisa terlampaui.
Dinkes Parimo menargetkan sebanyak 21.200 dosis vaksin Sinovac dan Pfizer. Hingga 13 Desember 2021 kemarin, target yang terealisasi mencapai 21.727 dosis atau sudah melebihi 100 persen.
Kabinda menjelaskan, beberapa kegiatan vaksinasi BIN juga dimonitor langsung oleh Presiden Joko Widodo secara virtual. Seperti vaksinasi santri di Kompleks Alkhairaat Palu, serta vaksinasi pelajar di SMA Negeri 3 Poso dan SMA Negeri 1 Parigi.
Kabinda juga mengaku, terdapat beberapa hambatan dalam pelaksanaan vaksinasi di Sulteng. Mulai dari massifnya informasi negatif diawal pelaksanaan vaksinasi, stok vaksin sempat difokuskan di Pulau Jawa, dan kondisi geografis wilayah.
“Beberapa kendala lainnya tidak kami sebutkan secara terbuka. Namun semua dapat diatasi dengan keterpaduan berbagai pihak,” ujarnya.
Ia berharap, disisa waktu 20 hari pencapaian target vaksinasi nasional sebesar 70 persen pada Desember 2021 dapat dipenuhi oleh pemerintah daerah. (rls/mdi/pe)






