Sabtu, 4 April 2026

Telkomsel: Jaringan Telekomunikasi Hanya Terdampak di Pulau Terluar Selayar

Bangunan yang terdampak gempa magnitudo 7,5 di Kabupaten Kepulauan Selayar, Selasa (14/12/2021). Foto: Istimewa

PALUEKSPRES, PALU–  Gempa dengan magnitudo 7,4 pada Selasa (14/12/2021), menimbulkan kerusakan beberapa infrastruktur  di Kecamatan Pasilembana, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.   Gempa tersebut juga membuat jaringan komunikasi di pulau terluar Kabupaten Kepulauan Selayar ikut terganggu.

“Yang  terdampak gangguan komunikasi   hanya di satu pulau paling luar yaitu Pasilambena,” kata General Manager Network  Service  and Management Telkomsel Regional Sulawesi, Muhammad Idham Kadir dihubungi dihubungi dari Palu, Selasa (14/12/2021).

Pernyataan tersebut disampaikan Idham menyusul laporan Bupati Selayar Basli Ali sebagaimana dirilis Rakyat Sulsel.com (Grup Fajar), jika  salah satu kecamatan yakni Kecamatan Pasilambena yang merupakan lokasi terdekat dari titik gempa mengalami jaringan terputus.

Olehnya, kata Idham,  Tim Telkomsel akan segera berangkat besok pagi, Rabu (15/12/2021), ke lokasi Pasilembana bersama Bupati Selayar  Basli Ali, untuk meninjau  lokasi yang mengalami gangguan jaringan telekomunikasi.

Namun secara umum lanjutnya, layanan Telkomsel di Selayar, semuanya  berjalan normal  baik layanan data, voice maupun SMS.

Telkomsel  menurutnya, akan terus berupaya secara maksimal meminimalisir potensi kendala yang terjadi  dan  terus berkordinasi dengan berbagai pihak,  serta  berupaya maksimal untuk memulihkan  site  yang down tersebut.

Sebagaimana diketahui, Bupati Selayar Basli Ali  mengungkapkan salah satu kecamatan yakni Kecamatan Pasilambena yang merupakan lokasi terdekat dari titik gempa mengalami jaringan terputus. Sehingga, ia memutuskan akan meninjau langsung ke lokasi tersebut.

“Kecamatan pasilambena itu yang terdekat dari pusat gempa itu sama sekali belum ada info  yang kita terima, karena jaringan telekomunikasi yang terputus,  jadi kemungkinan saya akan ke sana meninjau karena perjalanan itu sekitar 18 jam dari ibukota kecamatan naik kapal, tapi saya ke sana tinjau langsung,” ujarnya. (bid/paluekspres)