Oleh MHD. Natsir Yunas (Dosen Jurusan PLS FIP UNP Padang)
Setiap anak dilahirkan dengan potensi yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Masing-masing mereka adalah pribadi yang unik. Mereka tumbuh dan berkembang melalui proses belajar dengan beragam keistimewaan yang dimiliki. Karenanya memberikan perlakuan yang sama pada pola, strategi dan metode mereka dalam belajar adalah sebuah kesalahan. Apalagi membanding-bandingkan hasil yang mereka peroleh. Karena hal itu akan menyebabkan potensi anak menjadi mati dan tidak berkembang dengan maksimal.
Undang-undang Sisdiknas Nomor 20 tahun 2003 menyebutkan bahwa proses pembelajaran harus mampu secara aktif mengembangkan potensi diri peserta didiknya. Agar dengan potensi tersebut mereka memiliki kemampuan religius, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, dan keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Untuk mewujudkan ini, para orangtua, guru dan semua komponen yang terlibat dalam pendidikan harus memberikan jalan yang seluas-luasnya bagi anak agar bisa mencapai potensi maksimal yang dimilikinya. Meningkatkan ketelitian dan kepekaan dalam membantu dan mendampingi anak mengembangkan potensinya menuju sukses.
Namun dalam prakteknya terkadang proses pendidikan yang dijalankan kurang memperhatikan potensi dari anak. Potensi anak seringkali diukur dari kemampuan kognitif semata. Sedangkan aspek psikomotorik dan afektif yang dimiliki anak menjadi terabaikan. Bahkan tidak menjadi ukuran sebagai jalan sukses anak di masa depan. Untuk itu sangat penting bagi setiap komponen pendidikan untuk menjalankan pembelajaran yang berbasis pada potensi beragam dari setiap anak.
Agar pengembangan potensi anak menjadi prioritas dalam penyelenggaraan pendidikan, maka ada beberapa hal yang perlu menjadi catatan. Pertama memahami dan menghargai potensi setiap anak yang unik. Orangtua, pendidik dan semua komponen pendidikan harus menyadari sepenuhnya bahwa setiap anak memiliki potensi masing-masing dengan keunikan yang mereka miliki. Karenanya, beragam tingkahlaku dan gaya anak dalam belajar bukanlah sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Masing-masing mungkin saja memiliki gaya belajar yang berbeda dengann tujuan yang sama.
Kedua, memberikan wawasan, pengetahuan dan pandangan yang komprehensif kepada anak. Hal ini sangatlah penting, dikarenakan dengan wawasan yang luas akan membuka pikiran dan pandangan anak mengenai hal-hal baru yang mungkin saja menjadi minatnya. Mereka punya banyak pilihan dalam mementukan pilihannya
Ketiga, memberikan kesempatan kepada anak untuk mencoba dan menentukan pilihannya. Hal ini dimaksudkan untuk melatih keberaniannya dalam menentukan sikap dan bertanggung jawab terhadap pilihannya. Tidak takut dan ragu dalam bertindak. Memberikan kepercayaan kepada anak untuk membuat keputusan sendiri dalam melakukan setiap kegiatan belajarnya. Sehingga dengan memberikan kesempatan anak untuk mencoba banyak hal, akan membuka wawasannya dan mengoptimalkan potensi yang terpendam dan belum diketahui.
Keempat, mengawasi dan mengobservasi tingkah laku dan kebiasaan anak selama proses belajarnya. Sehingga diketahui aktivitas yang disenangi dan menarik bagi anak. Kegiatan belajar yang membuatnya merasa bahagia dan tidak merasa bosan untuk melakukannya.
Kelima, orangtua haruslah selalu memotivasi semangat belajar, minat dan bakat anak mereka. Sehingga anak tersebut akan lebih termotivasi untuk mengembangkannya dan menyadari akan bahwa ia bisa mengembangkan kemampuannya dengan mudah.
Keenam, memberikan ruang untuk eksplorasi dan mengekspresikan potensi yang dimiliki. Ruang ini akan memudahkan anak dalam mengasah potensinya menjadi lebih tajam. Menciptakan ruang-ruang yang mendukung mereka menuju lebih baik lagi sesuai dengan potensi yang dimiliki.
Ketujuh melakukan kolaborasi dengan seluruh komponen yang dapat meningkatkan pengembangan potensi anak. Baik orangtua, guru, teman sebaya dan lingkungan sekitarnya. Kesuksesan seorang anak dalam mengembangkan potensinya juga bergantung pada kondisi lingkungan sekitarnya. Karenanya menjadi sangat penting untuk menjalin hubungan yang harmonis antara anak dengan lingkungannya. Agar bisa secara bersama mewadahi potensi anak yang terus berkembang.
Seluruh komponen pendidikan, khususnya orangtua harus menyadari sepenuhnya bahwa anak merupakan amanah terbesar yang diberikan Sang Pencipta kepadanya. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan rasa tanggung jawab para orangtua dalam mendidik, melatih, membimbing dan mengembangkan potensi yang dimiliki oleh anak mereka. Sehingga setiap anak dapat meningkatkan potensinya dengan bebas, sesuai kemampuannya.
Setiap kita perlu menghargai semua usaha yang dilakukan anak. Meskipun hasilnya belum sesuai dengan ekspektasi yang diinginkan. Jangan pernah meremehkan sekecil apapun kebaikan yang dilakukan anak. Berilah penghargaan kepada setiap kebaikan usaha yang dikerjakan anak. Agar anak merasa senang dan termotivasi untuk melakukan yang lebih baik lagi. Merasa senang karena usahanya dihargai dan dinilai baik oleh orang-orang yang mereka hormati.
Perilaku, ucapan dan sikap yang ditampilkan orangtua akan membangun perspektif positif anak dalam mengembangkan potensinya. Perlakuan yang tulus ikhlas dan penuh kasih sayang tersebut akan terpatri secara langsung dalam jiwa anak. Sentuhan rasa kasih sayang yang penuh dengan kemesraaan, akan memberikan pengaruh yang baik pada diri anak. Anak akan merasakan kepuasan dan kenyamanan dalam jiwanya, sehingga dalam perkembangannya anak dapat meningkatkan potensinya secara optimal.
Mungkin saja akan banyak ditemukan tantangan dalam mendampingi anak mengembangkan potensinya. Tetapi tetaplah konsisten dan istiqomah dengan usaha yang telah dilakukan. Pada waktunya akan diperoleh hasil dari semua kerja keras yang telah dilakukan. Mengubah potensi yang tersembunyi dalam diri anak menjadi pribadi yang tangguh dan kuat sebagaimana banyak diimpikan setiap orangtua..
Untuk itu, pendidikan harus mampu mengembangkan potensi anak menjadi yang terbaik bagi dirinya dan juga lingkungannya. Melalui pendidikan setiap anak diharapkan mampu mengembangkan potensi dan kemampuan yang dimiliki. Sehingga bisa memberikan kontribusi yang baik kepada lingkungan masyarakat di sekitarnya. Semoga saja.






