Sabtu, 8 Agustus 2026
Daerah  

Oooo….Imigran Gelap ke Australia Banyak Lewat Gunungkidul

Imigran gelap

YOGYAKARTA, PE – Perairan Pantai Selatan Gunungkidul di Yogyakarta ternyata menjadi jalur perlintasan imigran gelap. Bahkan, wilayah dengan garis pantai sepanjang 74 kilometer itu juga memungkinkan munculnya gangguan keamanan laut.

Kepala Satuan Polair Gunungkidul AKP Sunarto mengatakan, saat ini petugas menggencarkan patroli di wilayah Pantai Selatan. “Patroli dilakukan sebagai langkah antisipasi masuknya kapal asing dan penyelundupan manusia atau people smuggling melalui jalur laut,” ujarnya seperti diberitakan Jawa Pos Radar Jogja.

Menurutnya, ada enam kecamatan di Gunungkidul yang berpotensi menjadi jalur penyelundupan manusia. Yakni, Kecamatan Purwosari, Panggang, Saptosari, Tanjungsari, Tepus, dan Girisubo.

Kondisi geografis wilayah DIY, khususnya Gunungkidul merupakan jalur strategis. Sebab, posisinya berhadapan langsung dengan negara tujuan para imigran.

Sunarto menjelaskan, petugas beberapa kali menangani kasus imigran gelap. Dia mencatat, ada beberapa kali percobaan penyelundupan manusia ke Australia melalui Pantai Selatan Gunungkidul.

“Untung berhasil digagalkan. Bahkan ada pelaku penyelundupan dari warga negara asing sudah diproses secara hukum,” katanya.

Dari data kepolisian, pada 2011 ada 17 imigran gelap asal Afganistan yang ditangkap. Mereka digerebek di Hotel Kukup Beach Nature Inn di dekat Pantai Kukup, Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari.

Pada Oktober 2013, petugas mengamankan 30 imigran gelap. Di antaranya, dari  Somalia (11 orang), Myanmar (5 orang), Pakistan (13 orang) dan Eritrea (1 orang).

Selain itu, Polair Gunungkidul beberapa kali menangkap kapal-kapal pencari ikan tanpa dokumen lengkap serta melanggar jalur pelayaran. Dengan kapal operasi yang ada, Polair melakukan patroli melewati lebih dari 60 kilometer Pantai Selatan Gunungkidul yang berbatasan langsung dengan Jawa Timur.

“Selain melakukan kegiatan patroli, kami melakukan bimbingan penyuluhan terhadap warga di pesisir pantai,” ucapnya.

(Fajar/JPG/PE)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital