”Satu korban yakni suaminya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, sedangkan istrinya masih belum ditemukan. Kami masih melakukan asessment ulang,” tutur Rudi.
Pencarian korban hilang di sungai Desa Kemiri tersebut akan dilanjutkan pada Senin (10/1) karena pencarian pada Minggu malam tidak bisa maksimal.
”Kami akan melakukan pencarian semaksimal mungkin di aliran sungai tersebut dan mudah-mudahan korban Ibu Suliha bisa ditemukan secepatnya,” ujar Rudi.
Rudi mengklarifikasi bahwa kedua korban tersebut bukan korban banjir, namun korban kecelakaan sungai karena keduanya hanyut di sungai.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember mencatat sebanyak 150 rumah warga dan tiga fasilitas umum terdampak bencana banjir di Kabupaten Jember, pada Minggu (9/1) sore. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat melanda wilayah setempat.
”Ada tiga kecamatan yang terdampak bencana banjir. Yakni Kecamatan Panti, Kaliwates, dan Rambipuji,” kata Sekretaris BPBD Jember Heru Widagdo di Jember.






