Jumat, 17 April 2026

Tiongkok Kembangkan Vaksin mRNA, Benarkah Kepercayaan Terhadap Sinovac Menurun?

Salah satu vaksin Covid-19 jenis messenger RNA (mRNA) (Mothersip)/ jawapos

PALUEKSPRES, TIONGKOK– Ledakan kasus Omicron dan lockdown di Xi’an membuat kepercayaan terhadap dua vaksin Sinopharm dan Sinovac terus tergerus. Padahal Tiongkok telah menyuntikkan 2,8 miliar dosis vaksin dengan menggunakan Sinopharm dan Sinovac kepada 1,2 miliar penduduknya.

Penelitian yang dilakukan University of Hongkong menunjukkan bahwa dua dosis dan vaksin booster Sinovac memberikan perlindungan yang tidak memadai terhadap varian Omicron. Hasil penelitian lainnya juga menunjukkan bahwa perlindungan kedua vaksin buatan Tiongkok menurun dengan cepat, seperti dilansir Jawapos Rabu(12/1/2022).

Kini Tiongkok berpacu dengan waktu. Mereka tengah mengembangkan vaksin jenis messenger RNA (mRNA). Kemajuan vaksin mRNA buatan domestik masih lambat. Perusahaan farmasi Negeri Tirai Bambu itu lebih memilih cara konvensional yang lebih mudah. Yaitu, dengan melemahkan virus.

Terlebih para ilmuwan menegaskan bahwa vaksin dengan metode mRNA bisa mendongkrak sistem kekebalan tubuh lebih baik.

“Kemanjuran vaksin Tiongkok yang lebih rendah menunjukkan bahwa kebanyakan orang kekurangan antibodi penetralisasi yang diperlukan untuk mencegah infeksi atau kasus yang parah,’’ tegas ahli virologi di University of Hongkong Dr Jin Dong-yan seperti dikutip The Straits Times.

Regulator Tiongkok telah mengizinkan vaksin mRNA buatan BioNTech masuk. Ia akan didistribusikan oleh perusahaan Tiongkok Fosun Pharma. (jp/pe)