PALUEKSPRES,JAKARTA — Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa angkat bicara soal kasus tewasnya anggota TNI AD, Pratu Sahdi (22) di Penjaringan, Jakarta Utara akibat dikeroyok.
Jenderal Andika menegaskan pihaknya tidak akan melakukan intervensi terhadap proses hukum terhadap pelaku pengeroyokan terhadap Pratu Sahdi. Tetapi tim penyidik TNI kata dia, sudah berkoordinasi dengan penyidik dari Polres Jakarta Utara.
“Kami terus memonitor. Sejauh ini kelihatannya sudah ada kemajuan, sudah ada tiga (pelaku, red) yang berhasil ditangkap, kita tinggal menunggu perkembangan. Intinya kami ingin ada keadilan, karena mereka (pelaku, red) melakukan tindak pidana yang menyebabkan anggota TNI AD dan secara umum menyebabkan orang lain tewas,” tegasnya kepada awak media, Senin, (17/1/2022) seperti dilansir Fajarcoid.






